http://suaramerdeka.com
">


Cepu Ajukan Bantuan VCT ke Pusat
Tanggal: Friday, 26 August 2011
Topik: Narkoba


CyberNews, 26 Agustus 2011

Blora: Kecamatan Cepu Blora dinilai sebagai daerah rawan penularan HIV-AIDS. Sebab seiring eksplorasi dan produksi minyak di Blok Cepu, Kecamatan Cepu akan banyak didatangi warga dari luar daerah. Kedatangan warga untuk berbagai aktivitas tersebut dimungkinkan akan memancing beroperasinya para pekerja seks komersial (PSK).

Saat ini saja di Cepu ada dua lokalisasi PSK, yakni di Nglebok dan Sumberarum. Jumlah PSK di tempat itu sekitar 100-an orang. Semakin banyak PSK yang menjajakan diri maka kemungkinan penularan penyakit HIV-AIDS akan semakin besar.

Namun terkadang para PSK maupun pria hidung belang enggan memeriksakan diri untuk mengetahui dirinya terkena HIV-AIDS. Selain karena takut, lokasi pemeriksaan cukup jauh, yakni di Voluntary Clinik Test (VCT) yang berada di rumah sakit DR R. Soetijono Blora.

"Kami sudah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jateng agar di RS Soeprapto Cepu ada klinik VCT juga seperti di rumah sakit Dr R Soetijono Blora, namun hingga kini belum ada bantuan," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Henny Indriyanti melalui Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P2PLP) Dinkes Blora, Lilik Hernanto, Jumat (26/8).

Dia menyatakan VCT di Cepu sangat penting sebagai deteksi dini jumlah penderita HIV-AIDS di wilayah tersebut. Menurutnya dengan adanya VCT, warga secara sukarela akan memeriksakan dirinya terjangkit HIV-AIDS atau tidak. "Terutama bagi para PSK dan pria hidung belang," katanya.

Dengan diketahuinya penderita HIV-AIDS, Dinkes akan bisa segera memberikan penangangan. Menurut Lilik para penderita HIV/AIDS diberikan obat ARH secara rutin. Obat tersebut bukan untuk menyembuhkan namun bisa membuat virus HIV/AIDS seperti terkarantina sehingga tidak aktif berkembang di dalam tubuh.

Selain memberikan obat, Dinkes juga melakukan pendekatan personal agar para penderita HIV/AIDS tetap bersemangat menjalani hidup. Penjelasan tentang penyebaran penyakit juga diberikan.

( Abdul Muiz / CN26 / JBSM )

Sumber: http://suaramerdeka.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4649