Kampanye Sunat di Zimbabwe Targetkan Para Menteri Laki-laki
Tanggal: Tuesday, 06 September 2011
Topik: Narkoba


detikHealth, 29 Agustus 2011

Jakarta, Para pejabat memang harus bisa menjadi teladan bagi rakyatnya. Agar rakyatnya mau disunat sehingga risiko penularan HIV/AIDS berkurang, para menteri dan anggota parlemen di Zimbabwe khususnya yang laki-laki siap disunat terlebih dahulu.

Di negara yang terletak di bagian selatan Benua Afrika ini, tradisi sunat memang tidak dikenal oleh nenek moyang pada zaman dahulu. Di sisi lain, seperti halnya negara-negara di Afrika bagian selatan yang lain Zimbabwe juga menghadapi tingginya tingkat penularan HIV (Human Imunodeficiency Virus).

Berbagai penelitian menunjukan, sunat pada laki-laki cukup efektif menurunkan risiko penularan HIV. Memang tidak benar-benar mencegah, namun operasi kecil untuk membuka kulit penutup kepala penis ini bisa menekan tingkat penularan HIV hingga 60 persen.

Kampanye sunat di Zimbabwe sebenarnya sudah digalakkan sejak 2009, dengan target 1,2 juta laki-laki dari berbagai usia. Kampanye besar-besaran ini merupakan tindak lanjut atas keberhasilan dalam mengurangi tingkat penularan HIV dari 29 persen pada 1997 menjadi 16 persen pada 2007.

Setelah sukses 'memprovokasi' rakyat biasa, kini pemerintah juga menyasar para pejabat terutama menteri dan anggota parlemen laki-laki. Diharapkan jika para pejabat bersedia disunat, warga yang bersedia disunat dengan sukarela juga akan semakin banyak.

"Riset menunjukkan laki-laki yang disunat, 6 kali lebih aman dari HIV. Kami sebagai pejabat harus bisa memberi contoh agar masyarakat juga sadar pentingnya sunat," ungkap deputi perdana menteri Zimbabwe, Thokozani Khupe seperti dikutip dari Newszimbabwe, Senin (29/6/2011).

Langkah pemerintah untuk memperluas target kampanye sunat di kalangan pejabat mendapat sambutan baik, karena dinilai bisa mengurangi risiko penularan HIV hingga 60 persen pada pasangan heteroseksual. Namun para aktivis mengingatkan, sunat bukan satu-satunya pencegahan sehingga kampanye penggunaan alat pengaman lainnya termasuk kondom jangan ditinggalkan.

(up/ir)

Sumber: http://www.detikhealth.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4662