5 Orang Terima Donor Organ dari Pasien HIV Akibat Salah Prosedur
Tanggal: Tuesday, 06 September 2011
Topik: HIV/AIDS


detikHealth, 04 September 2011

Taipei, Boleh jadi ini menjadi kecelakaan medis yang mengerikan. Sebanyak 5 orang penerima donor organ di 2 rumah sakit terkemuka Taiwan tengah diambang terinfeksi virus HIV (Human Imunodeficiency Virus) setelah sang pendonor organ belakangan diketahui sebagai penderita HIV positif.

Kelima orang tersebut melakukan transplantasi organ (cangkok organ tubuh) di 2 rumah sakit terbaik di Taiwan pada 24 Agustus 2011. Empat orang melakukan transplantasi organ di National Taiwan University Hospital (NTUH) dan 1 orang lagi di National Cheng Kung University Hospital untuk transplantasi jantung.

Kasus transplantasi organ dari penderita HIV ini membikin geger Taiwan dan kalangan medis dunia. Departemen kesehatan Taiwan melakukan investigasi khusus untuk mengungkap kasus tersebut dan menyelamatkan 5 orang yang kemungkinan besar terkena HIV tersebut.

Hasil penyelidikan sementara Departemen Kesehatan Taiwan, kesalahan fatal tersebut akibat human error (kesalahan manusia). Salah seorang petugas yang ikut dalam proses transplantasi tersebut salah mendengar informasi yang diberikan melalui telpon tentang hasil tes darah si pendonor organ.

Petugas tersebut percaya ia mendengar kata dalam bahasa Inggris 'non reaktif' dari hasil tes standar si pendonor organ, padahal yang sebenarnya diberitahukan adalah kata 'reaktif'.

Informasi tentang hasil tes yang diberikan melalui telpon itu juga tidak diperiksa lagi seperti yang dipersyaratkan dalam prosedur standar. Kemudian hasil tes tidak dikonfirmasikan lagi dengan tim dokter yang akan melakukan transplantasi.

"Kami sangat meminta maaf atas kesalahan itu," bunyi pengumuman rumah sakit itu seperti dilansir dari focustaiwannewschannel, Minggu (4/9/2011).

Pejabat departemen kesehatan Taiwan Shih Chung-liang mengatakan akan melihat kesalahan dan memutuskan hukuman kepada rumah sakit tersebut. Jika ditemukan kelalaian yang telah menyebabkan kesalahan fatal itu, rumah sakit mungkin harus menghentikan program transplantasi selama satu tahun di samping denda yang akan diberikan.

Si pendonor organ adalah seorang pria berusia 37 tahun yang mengalami koma setelah jatuh dari ketinggian pada 24 Agustus 2011. Si pendonor memang telah mendaftarkan untuk donor organ dengan memberikan jantung, hati, paru-paru dan 2 ginjalnya yang oleh rumah sakit ditranplantasikan pada hari yang sama.

Kepala departemen kesehatan kota Hsinchu, Ke-wu yao mengecam transplantasi yang dilakukan rumah sakit itu sebagai kelalaian yang mengerikan. Kota Hsinchu adalah tempat tinggal si pendonor tersebut. Ke-wu yao mengatakan rumah sakit bisa menghindari kesalahan tersebut dengan meminta riwayat medis si pendonor di kota asalnya.

Ke-wu yao mengatakan ke-5 orang penerima donor organ itu sangat mungkin tertular HIV. Dan pengobatan untuk mereka akan semakin rumit karena selain minum obat-obatan transplantasi untuk menghindari penolakan terhadap organ baru, mereka juga harus minum obat untuk HIV.

Kekhawatiran juga terjadi pada petugas medis yang melakukan operasi transplantasi tersebut. Beberapa dokter dan perawat yang telah melakukan transplantasi mengalami depresi dan di ambang kepanikan.

National Taiwan University Hospital adalah salah satu rumah sakit terbaik dan sangat dipercaya di Taiwan terutama dalam operasi transplantasi organ. Rumah sakit tersebut telah berdiri sejak tahun 1895 dan menjadi pusat riset medis yang sangat disegani.

(ir/ir)

Sumber: http://www.detikhealth.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4671