Ginan Pemain Terbaik Ajang Homeless World Cup
Tanggal: Wednesday, 07 September 2011
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 07 September 2011

BANDUNG: Kapten Tim Indonesia untuk Homeless World Cup 2011, Deradjat Ginandjar Koesmayadi (Ginan), raih gelar sekaligus trofi sebagai the Most Valuable Player atau pemain terbaik dalam ajang Internasional, Homeless World Cup 2011 di Paris, Prancis.

Ginan, satu dari empat pemain yang merupakan ODHA (orang dengan HIV/AIDS), berhasil membawa nama Indonesia dalam ajang tersebut sebagai tim baru yang patut diperhitungkan, kata seorang pemain dari tim Indonesia yang diwakili Rumah Cemara, Tri Eklas Tesa Sampurno, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/9).

Sebagai kapten Tim Indonesia, Ginan dianggap berhasil membawa timnya untuk berlaga di negara asal pemain sepak bola Zinedine Zidane itu. "Kami semua bermain solid dan kompak. Sampai akhir pertandingan kami tidak mencetak pelanggaran sedikit pun. Itu suatu keberhasilan juga," Tri Eklas Tesa Sampurno.

Menurut Tri, Ginan pantas mendapat gelar tersebut karena prestasi dan permainannya. Tak hanya itu, penilaian bukan hanya dilakukan selama Ginan berlaga di lapangan saja, tetapi juga ketika dia bersosialisasi di luar lapangan.

"Penilaiannya itu dari keseluruhan. Tidak hanya dari permainannya aja, tapi juga dari cara dia berperilaku dan berinteraksi dengan teman setimnya, dan pemain dari tim lain," katanya.

Bagi Tri, mempunyai kapten tim yang berhasil menyandang gelar pemain terbaik merupakan suatu kebanggaan tersendiri. "Ya banggalah. Pemain Indonesia bisa jadi pemain terbaik dari seluruh pemain yang ada di sana, internasional lagi," lanjutnya.

Tak berhenti sampai di situ, saat ini Ginan dan dua pemain lainnya, yaitu Gimgim Sopyan dan Leonardus Adim, saat ini tengah berada di Inggris untuk mengikuti pelatihan singkat sepak bola. "Saat rombongan kami pulang, Ginan, Gimgim, dan Adim, melanjutkan perjalanan mereka ke Inggris," kata Tri.

Ginan dan dua rekannya dianugerahi beasiswa pelatihan singkat dari Brighton and Hove Albion yang berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Beasiswa pelatihan tersebut dia peroleh karena kiprahnya sebagai pelatih sepak bola bagi kaum-kaum termarjinalkan.

Pelatihan tersebut memang ditujukan bagi para pelatih sepak bola agar dapat menjangkau masyarakat yang bermasalah. Menurut Tri, lewat pelatihan tersebut Ginan dan dua rekan lainnya akan mendapatkan sertifikasi khusus untuk bisa melatih sepak bola.

"Dari hasil pelatihan tersebut, mereka bertiga nantinya bisa resmi jadi pelatih. Ya membuat perubahan-perubahan bagi kaum termarjinalkan melalui sepak bola," tuturnya.

Rencananya, Ginan dan dua rekannya akan kembali ke Tanah Air pada Senin (12/9). (Ant/OL-2)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4679