Divonis HIV, Bolehkah Menikah?
Tanggal: Monday, 12 September 2011
Topik: HIV/AIDS


Kompas.com, 11 September 2011

TANYA :

Jikalau seseorang dinyatakan positif mengidap HIV, apakah sebaiknya dia tidak menikah? Karena ada dokter yang mengatakan pasien HIV bisa saja menikah dan ada pula yang mengatakan tidak. Rumus bakunya sebetulnya seperti apa?

(Santoso Liadi, 37, Makassar)

JAWAB : Terima kasih atas pertanyaan Anda, sebenarnya tidak ada petunjuk atau guidelines internasional yang menyatakan apakah sebaiknya orang dengan positif HIV menikah atau tidak.

HIV sendiri sejauh yang diketahui memang berisiko memiliki penularan yang tinggi baik dengan menikah maupun tidak. Penularan bisa terjadi di antara para pengguna obat-obatan terlarang (narkoba) yang saling menggunakan jarum suntik bersama, dengan berhubungan seksual berganti-ganti pasangan tanpa memakai pengaman, bahkan juga dengan transmisi dari ibu yang positif HIV ke bayi.

Jika Anda menanyakan apakah sebaikya menikah atau tidak dan meminta rumus baku, saya rasa tidak ada rumus baku untuk menikah atau tidak bagi orang dengan HIV/AIDS. Semua itu kembali pada sikap pada diri masing-masing individu, karena kesiapan mental, fisik, spiritual, termasuk mengerti apa sebenarnya HIV itu sangatlah diperlukan.

Jika seseorang merasa siap untuk menerima apa adanya atau pun tidak bisa menerima, maka itu tentunya mempengaruhi keputusan menikah seseorang bukan? Semoga jawaban saya bisa membantu Anda.

Sumber: http://health.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4690