GPS Akan Gelar Seminar Nasional Tentang HIV/AIDS di Jakarta
Tanggal: Monday, 12 September 2011
Topik: HIV/AIDS


Cenderawasih Pos, 12 September 2011

JAYAPURA - Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Gerakan Pemuda Sehat (GPS) Provinsi Papua, Majelis Pimpinan Pusat (MPP) Gerakan Pemuda Sehat (GPS) serta forum kerja sama pelajar, mahasiswa dan masyarakat Papua di Jawa Barat (Jabar) yang tergabung dalam kepanitiaan bersama akan mengadakan Seminar Nasional Dalam Rangka Memperingati Hari HIV/AIDS Se-Dunia pada tanggal 1 Desember 2011. Acara tersebut akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, 24 September 2011, bertempat di Galeri Cipta II,Taman Ismail Marzuki ( TIM ) Jalan Cikini Raya II,No 73 Menteng, Jakarta Pusat.

“Sampai kapan HIV/AIDS akan terus membunuh orang Papua. Inilah tema dari seminar yang akan diadakan dengan pembicara utama yaitu Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, DR. Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH yang membawakan materi yakni posisi dan peran strategis Indonesia sebagai pemimpin Asean 2011 dan pengaruhnya terhadap penanggulangan HIV/AIDS di negara–negara kawasan Asia Tenggara,” kata Ketua Panitia Lokal Seminar Nasional Tentang HIV/AIDS di Jakarta, Hendrik Yance Udam atau yang sering disapa HYU.

Sedangkan materi yang akan dibawakan oleh Ketua Umum MPP GPS, Taufan E. N. Rotorasiko yaitu pemuda sehat negara kuat sebuah strategi untuk menciptakan Indonesia yang bebas dari HIV/AIDS, narkotika, minuman keras dan obat –obatan terlarang, juga ada beberapa pembicara–pembicara dari Provinsi Papua maupun Papua Barat yang nanti akan dikomunikasikan untuk mereka bisa hadir dalam seminar nasional tersebut.

HIY menjelaskan dalam seminar nasional kali ini akan dikeluarkan beberapa rekomendasi penting antara lain pembangunan Rumah Sakit (RS) rujukan yang bertaraf Internasional di Propvinsi Papua, tempat rehabilitasi bagi para pengguna narkoba maupun orang dengan HIV/AIDS (ODHA). “Dialog nasional Papua sehat yang akan diselengarakan di Provinsi Papua pada November mendatang dalam rangka memperingati hari kesehatan nasional,’’ kata Hendrik Yance Udam (HYU) yang ditemui pada setelah rapat bersama dengan pengurus harian dari GPS Provinsi Papua, di RSUD Dok II Jayapura.

HYU juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan buah dari pikiran kreativitas dari anak-anak Papua yang menggunakan ide–idenya serta gagasan–gagasannya yang brilian dalam memajukan bangsa dan negara terlebih khusus Tanah Papua supaya dalam gerak langkah percepatan pembangunan di Provinsi Papua maupun Papua Barat dalam bingkai Otonomi Khusus (Otsus) dan kegiatan ini tidak ada unsur–unsur politiknya serta bebas dari kepentingan arus politik manapun sehingga pihaknya mengharapkan agar kegiatan ini harus didukung oleh semua pihak yang merindukan Papua maju ke depan dan juga jangan ada apriori–apriori politik sesama aktivis pemuda serta semua kelompok anak bangsa yang ada. “Tapi marilah kita bersama –sama mensukseskan kegiatan spektakuler tersebut,” ajaknya.

Menurutnya, Ketua Umum GP Sehat Taufan E. N. Rotorasiko sangat mendungkung penuh rencana yang akan digelarnya Dialog Nasional Papua Sehat pada bulan November tahun ini yang tentunya diawali dengan seminar nasional guna mencari format ideal bagi masa depan generasi muda di Tanah Papua. “Oleh sebab itu semua komponen anak bangsa diharapkan mendukung acara seminar pada tanggal 24 September mendatang agar berjalan lancar dan sukses,” kata Taufan E. N. Rotorasiko belum lama ini di Jalan Lembang No. 35, Menteng–Jakarta Pusat dalam acara pendeklarasian FOKNAS oleh 30 OKP tingkat Nasional dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara GP Sehat dan FOKER MPM PAPUA sebagaimana ditirukan oleh HYU.

Potret yang terjadi adalah upaya pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat di Papua nyatanya tidak berbanding lurus dengan fakta sesungguhnya di lapangan. Dikarenakan jumlah kasus HIV/ AIDS di Provinsi Papua hingga pertengahan tahun 2011 ini mencapai 7.319 Data menunjukan bahwa kasus HIV/ AIDS di Provinsi Papua menunjukan angka yang tertinggi di Indonesia pada tahun 2010 – 2011 setelah Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan di Papua Barat kasus HIV/ AIDS mencapai 2.209 kasus. HIV sendiri mencapai 1.119 kasus, sedangkan AIDS sekitar 990 kasus. Dari data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa kasus penyakit mematikan ini masih tinggi. Angka ini belum terhitung penderita yang belum terdata. Dari data yang ada penderita yang paling dominan adalah ibu rumah tangga. Tingginya kasus ini diperkirakan muncul dari kebiasaan masyarakat, bukan dari pengetahuan.

Sampai kapan HIV/ AIDS akan terus membunuh orang Papua? Pemerintah, masyarakat dan stakeholder punya tanggung jawab moral untuk menjawab pertanyaan krusial ini. Untuk menjawab pertanyaan sekaligus pernyataan ini, maka Gerakan Pemuda Sehat Provinsi Papua Forum Kerjasama Mahasiswa Pelajar dan Masyarakat Papua (FOKER MPM PAPUA) Jawa Bagian Barat bekerja sama dengan MPP GPS menyelenggarakan seminar nasional guna mengurai benang kusut penanggulangan penyebaran HIV/ AIDS di tanah Papua.

“Beberapa tujuan dan maksud utama kegiatan ini yaitu untuk mengetahui tingkat penyebaran HIV/ AIDS di tanah Papua; Mencari format ideal cara penanggulangan HIV/ AIDS di tanah Papua, untuk mengetahui komitmen pemerintah dan stakeholder dalam penanggulangan HIV/AIDS, untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat mengenai risiko bahaya HIV/AIDS sebagai pembunuh utama, memberikan pencerahan kepada masyarakat umum terutama calon Penderita HIV/AIDS dan bakal calon Penderita HIV/ AIDS akan pentingnya hidup sehat; untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak melokalisir para penderita HIV/ AIDS, dan untuk memberikan harapan hidup kepada para penderita HIV/ AIDS bahwa harapan mereka tidak akan hilang dan masa depan sungguh ada,“ terangnya.

Sekretaris FOKER MPM PAPUA Nurway Alex Ramandey yang dihubungi Cenderwasih Pos melalui telepon selulernya mengatakan acara seminar nasional menyambut hari AIDS Se-dunia 2011 selain diikuti mahasiswa, pelajar dan masyarakat Papua di pulau Jawa dan Bali serta pemerhati HIV/AIDS, juga akan diikuti oleh sekitar 86 pimpinan OKP ( Organisasi kepemudaan Tingkat Nasional ). “Kami sudah menginformasikan kepada pimpinan OKP tingkat nasional untuk turut ambil bagian dalam seminar nasional tersebut,” katanya.

Di tempat terpisah wakil ketua majelis pimpinan wilayah gerakan pemuda sehat provinsi papua Martinus Stenley Kaisiri SH kepada mengatakan, GPS merupakan media berhimpun, mensinergiskan segala gerak dinamika yang dimiliki dalam kerangka menumbuhkembangkan potensi kreatif pemuda yang sehat-baik pisik maupun psikis (kejiwaan)- menuju manusia yang bekualitas dan berdaya guna. Dan juga melalui wadah GPS, pemuda akan diupayakan terus mengembangkan potensi dan kemampuannya, baik kapasitas maupun kualitasnya, khususnya penguasaan IPTEK serta pengembangan ekonomi kreatif agar dapat memiliki kemampuan serta daya saing yang unggul di tingkat lokal, nasional maupun internasional, serta ada tujuh prinsip GPSEHAT yaitu sehat rohani, sehat jesmani, sehat berpikir, sehat pergaulan, sehat berkeluarga, sehat ekonomi, dan sehat berpolitik. (fan)

Sumber: http://www.cenderawasihpos.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4694