http://www.surya.co.id
">


Selama Tahun 2011, Ditemukan 36 Pasien AIDS
Tanggal: Tuesday, 13 September 2011
Topik: Narkoba


SURYA Online, 12 September 2011

PADANG - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat menyatakan, selama tahun 2011 ditemukan 36 kasus AIDS. Sedangkan sejak tahun 1992 hingga 2010, ditemukan sedikitnya 552 kasus AIDS dan 72 penderita HIV. Dari jumlah tersebut, 14,9 persen diantaranya atau 92 orang meninggal dunia.

Hal ini terungkap dalam persiapan pelaksanaan rapat koordinasi (Rakor) tentang Penanggulangan HIV/AIDS tingkat Provinsi Sumbar, dipimpin Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesra Setdaprov, Syafrial di Kantor Gubernur Sumbar, Senin.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Bencana Dinkes Sumbar dr Irene menyebutkan, mereka yang tertular penyakit ini umumnya masih berusia produktif. Jika dilihat pada data, dimana umurnya 20-29 tahun sebanyak 43 kasus tertular virus HIV dan berjumlah 290 menderita AIDS. Sedangkan korban berusia 30-39 tahun ditemukan sebanyak 24 kasus tertular HIV dan 189 kasus AIDS.

Menurut dia, kasus HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es, sebenarnya kasus yang terjadi di tengah masyarakat mungkin lebih banyak dari data diperoleh. Sebab, kasus yang dieskpose ditemukan melalui aktifitas transfusi darah, tes HIV sukarela dan juga inisiatif dokter untuk memeriksa kelompok-kelompok yang beresiko terjangkit virus tersebut.

Menurut Irene, semakin banyak menemukan kasus HIV/AIDS, maka tentunya akan semakin cepat dapat memutus mata rantainya. Justru itu, masyarakat yang tertular virus ini diharapkan dapat segera mengobati penyakitnya, karena dilihat siklus sejak terjangkit virus HIV sampai menjadi AIDS dibutuhkan waktu 5-10 tahun. “Bagi penderita HIV berusia 20-29 tahun atau lebih muda lagi usianya, tentu masih punya waktu untuk mengobati sebelum meningkat jadi AIDS,” ujarnya.

Penularan virus HIV/AIDS, katanya, dapat melalui hubungan homoseksual, heteroseksual, biseksual, prinatal, transfusi darah/cangkok organ/produk darah, penggunaan narkotika dan zat adiktif (NAPZA) suntik/IDU. Sementara dari data yang dihimpun, hubungan heteroseksual dan penggunaan NAPZA suntik menjadi penyebab tertinggi penularan HIV/AIDS.

Irene menyebutkan, berdasarkan laporan dari RS Yos Sudarso, RS Siti Rahmah, RSUP M.Djamil serta RS Ahmad Mukhtar Bukittinggi, bahwa penderita HIV/AIDS paling banyak ditemukan berasal dari Kota Padang. Jumlah kasusnya, sebanyak 39 HIV dan 220 AIDS, disusul Kota Bukittinggi dengan HIV tercatat 7 kasus dan 120 kasus AIDS. “Sepertinya tidak ada kabupaten/kota yang bersih dari HIV/AIDS, karena di seluruh tingkat II ditemukan kasus tersebut. Bahkan, di Mentawai ditemukan satu kasus AIDS,” katanya.

Sumber: http://www.surya.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4698