http://bandung.detik.com
">


KPA Jabar Bantah Penyelundup Sabu ke LP Banceuy adalah Stafnya
Tanggal: Thursday, 15 September 2011
Topik: Narkoba


Detik Bandung, 13 September 2011

Bandung - Komisi Penanggulan AIDS (KPA) Jabar membantah memiliki staf bernama Asep Suryana, tersangka penyelundup sabu seberat 22 gram ke LP Banceuy. Kepada polisi dan wartawan, Asep mengaku mantan anggota LSM IMPACT (Integrated Management Prevention And Care & Treatment of HIV/AIDS) yang bertugas sebagai pendamping dan saat ini bekerja sebagai staf KPA Jabar.

"Perlu kami jelaskan bahwa di KPA Provinsi Jawa Barat tidak memiliki staf yang bernama Asep Suryana. Berita seputar kasus itu pun saya dengar dari beberapa rekan wartawan yang menghubungi untuk konfirmasi," ungkap Arry Lesmana Putra, Sekretaris Harian II KPA Provinsi Jawa Barat dalam rilis yang diterima detikbandung melalui email, Selasa (13/9/2011).

Arry menjelaskan selama ini program untuk pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS memang seringkali melibatkan populasi kunci seperti narapidana, pengguna narkoba suntik, wanita pekerja seks, maupun kelompok lain yang memiliki akses langsung kepada populasi yang berisiko tinggi tertular HIV.

Namun secara kelembagaan, baik KPA Provinsi, KPA Kota/Kabupaten maupun LSM yang berjejaring dengan KPA tetap memperhatikan aturan dan hukum yang berlaku.

"Kalau yang bersangkutan itu pernah bekerja untuk salah satu program HIV-AIDS, dalam hal ini IMPACT misalnya, bukan berarti dia terkait secara langsung dengan KPA. Apalagi jika disebutkan sebagai staf KPA," tandasnya.

Asep diciduk pada Sabtu (10/9/2011) saat digeledah petugas lapas dan Ditnarkoba. Saat digeledah, polisi menemukan paket plastik sedang sabu 21, 7 gram dan paket plastik kecil seberat 0,8 gram yang disimpan di dompet dan kaus kaki.

Kepada polisi, Asep mengaku baru pertamakali melakukannya. Ia berdalih hal itu karena terdesak faktor ekonomi.

(ern/ern)

Sumber: http://bandung.detik.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4707