http://www.republika.co.id

">


Australia Bantu RI Tentukan Standarisasi Pelatih Timnas
Tanggal: Thursday, 15 September 2011
Topik: Narkoba


REPUBLIKA.CO.ID, 14 September 2011

JAKARTA - Konselor Politik dan Ekonomi Kedutaan Besar Australia Michael Bliss menyatakan Pemerintah Australia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas atlet olahraga di Indonesia, terutama cabang sepak bola. Bliss pada pembukaan Seminar Olahraga di Gedung Kedubes Australia, Senin (12/9), mengatakan kerjasama ini selain untuk meningkatkan mutu olahraga Indonesia, juga untuk mempererat hubungan Australia-Indonesia.

"Kami berharap kerjasama olahraga ini dapat membantu Indonesia menjadi salah satu bangsa olahraga teratas dunia," kata Bliss. "Pekan depan, tim basket Indonesia akan berlatih di Australia Barat." katanya lagi.

Di sepak bola, Federasi Sepak Bola Australia (FFA) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama olahraga bagi kedua belah pihak. Kerja sama tersebut meliputi pelatihan, pertukaran tim, wasit, pelatih, dan pakar-pakar.

Sementara itu, Anggota Komite Eksekutif PSSI Bob Hippy mengatakan dengan kerja sama yang pertama ini, PSSI akan menangani masalah standarisasi pelatih timnas. "Saat ini, kita belum punya standarisasi pelatih dan sampai sekarang belum ada yang berpikir bahwa itu perlu dipikirkan," kata Bob.

Menurut Bob, dengan standarisasi kepelatihan itu bisa diketahui pelatih yang tepat untuk melatih atlet sepak bola nasional. "Sehingga, kita bisa menentukan latihan yang tepat bagi tiap tingkatan usia atlet dan mana yang 'over train' atau 'less train', yang 'less train' akan kita carikan pelatih yang lebih mumpuni," ujarnya.

Dalam pembukaan seminar tersebut, Bliss mewakili pemerintah Autralia juga menyerahkan hibah Alan Taylor Sport Grant 2011 sebesar sepuluh ribu dolar Australia kepada Aditia Taslim dari Rumah Cemara, komunitas di Bandung yang berkarya untuk meningkatkan mutu hidup dan berusaha menghapus stigma negatif masyarakat terhadap pengidap HIV/AIDS dan mantan pecandu narkoba melalui sepak bola.

"Bantuan ini akan kami gunakan untuk menyelenggarakan kompetisi sepak bola nasional bagi pengidap HIV/AIDS dan mantan pecandu," ujar Aditia.

Seminar Olahraga ini menghadirkan Dr. Fadi Ma'ayah, dosen senior dan koordinator Kursus Ilmu Olahraga dan Sepak bola Universitas Edith Cowan, Perth dan Hallam Pereira, direktur proyek internasional Departement Olahraga dan Rekreasi Australia Barat.

Sumber: http://www.republika.co.id







[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4719