http://www.kaltimpost.co.id
">


Menuju Kota Layak Anak di Kutai Kartanegara (1) Jadikan Anak Sehat, Cerdas dan B
Tanggal: Thursday, 15 September 2011
Topik: Narkoba


Kaltim Post, 14 September 2011

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sejak 2006 mendapat kepercayaan dan ditunjuk oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan sebagai salah satu Kota Layak Anak (KLA) di Indonesia. Itu berarti berbagai sarana dan prasarananya terus dipersiapkan untuk mendukung kesuksesan Kukar menuju KLA.

UNTUK mematengkan persiapan tersebut telah dilakukan rapat koordinasi untuk menyatukan peran masing-masing SKPD melalui gugus KLA kabupaten yang berlangsung di Ruang Eksekutif Kantor Bupati baru-baru ini di Tenggarong. Pemkab Kukar melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) mengundang pemateri dari PKBI Kaltim Sumadi Atmodiharjo. PKBI dikenal sebagai lembaga pemerhati anak.

Dari pemaparannya Sumadi menyatakan kabupaten/kota sudah seharusnya dapat menjamin setiap warganya dapat menikmati fasilitas pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, keagamaan, dan perlindungan dari kekerasan.

Selain itu warga juga dapat menikmati tata ruang kota/wilayah yang nyaman, dapat berekreasi, berolahraga, menyalurkan minat dan bakat serta berpartisipasi dalam kebijakan dan program anak tanpa memandang suku, agama, jenis kelamin dan perbedaan lainnya. Tujuan dasar KLA adalah menjadikan anak yang sehat, cerdas, ceria, berbudi luhur, terlindungi dan berpartisipasi. "Dasar pelaksanaan KLA adalah Permen No. 13/2010 yang mengatur petunjuk teknis kabupaten/kota layak anak di kabupaten dan desa/kelurahan. Tahapan KLA sendiri meliputi pengembangan, kesepakatan, pembentukan team kerja/gugus tugas. Ada juga perencanaan data dasar, analisa situasi anak, penyusunan aksi melalui musyawarah hingga pembinaan," kata Sumadi di hadapan Wakil Bupati Kukar Ghufron Yusuf dan kepala SKPD lainnya.

Sumadi juga menyebutkan ada 8 target dan 31 indikator KLA yang antara lain meliputi penurunan angka kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan untuk semua, penurunan kematian anak, dan meningkatkan kesehatan ibu.

Kecuali itu juga menuju KLA juga berarti memerangi penyakit HIV/AIDS, malaria dan TB, mendorong kesetaraan gender dan perempuan, perbaikan lingkungan, membangun kemitraan global.

"Inilah indikator yang harus kita perhatikan bersama, selain indikator umum seperti kesehatan, lingkungan, pariwisata, pendidikan, infrastruktur dan perlindungan," ujarnya. (hmp04/bersambung)

Sumber: http://www.kaltimpost.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4723