http://www.poskota.co.id
">


Prajurit Indobatt Periksa HIV/AIDS
Tanggal: Friday, 16 September 2011
Topik: HIV/AIDS


Pos Kota, 15 September 2011

ADSHIT AL QUSAYR – Tim kesehatan Satgas Yonmek Konga XXIII-E/UNIFIL atau Indonesian Battalion (Indobatt) yang diprakarsai oleh Lettu CKM dr. Paulus Dimu, Lettu Kes dr. Bhayu Rizallinoor dan Lettu CKM dr.Aziz Mubarraq, bekerja sama dengan Unit HIV/AIDS Training UNIFIL Head Quarter Naqoura mengadakan penyuluhan AIDS kepada prajurit Indobatt di Markas Batalyon UN Position 7-1, Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, 13 dan 14 September 2011, dipandu oleh konselor HIV/AIDS, dr. Basundhara Barati dari India. Acara konseling dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama berupa diskusi tentang seputar masalah HIV-AIDS, yaitu tentang definisi, cara penularan, pencegahan dan pengobatan serta bagaimana kebijakan PBB terhadap masalah HIV/AIDS, sedangkan sesi kedua yaitu pemeriksaan darah cepat untuk virus HIV bagi para peserta konseling.

Menurut dr. Basundhara Barati, selaku pembicara, tugas sebagai peacekeepers pada dasarnya memiliki tingkat kerawanan untuk terjangkit penyakit ini. Hal ini bisa disebabkan karena penugasan yang jauh dari keluarga apalagi rata-rata usia mereka merupakan usia reproduktif dan memiliki kerawanan untuk terjadinya transaksi seksual terutama pada korban konflik yang membutuhkan uang atau makanan untuk bertahan hidup. “We are posted in here, in post conflict area, so we must fully aware of this problem” tukas dr Basundhara.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah agar para prajurit dengan menerima pengetahuan ini dapat menghindari stigma dan diskriminasi terhadap para pengidap HIV yang pada dasarnya memiliki hak yang sama untuk bekerja sepanjang dia mampu dan secara medis dinilai belum terjangkit infeksi oportunis yang dapat dengan mudah menular kepada rekan-rekan kerjanya. “The people with HIV have the same right to work as long as they fit to work and have not been infected by opportunist infection that can be harmful for the others worker” , lanjut dr. Basundhara. Setelah sesi diskusi, kegiatan konseling dilanjutkan dengan pemeriksaan Rapid Tes pada darah terhadap para peserta, dengan tujuan untuk mengetahui apakah seseorang sudah terinfeksi virus HIV atau tidak.

Antusiasme para peserta yang diwakili oleh 153 prajurit INDOBATT yang mengikuti acara ini cukup tinggi, hal ini terlihat dari jalannya diskusi yang berlangsung secara aktif dan lancar serta tingkat pemahaman yang cukup tinggi dari peserta terhadap materi yang diberikan. Kegiatan lanjutan direncanakan akan dilaksanakan pada bulan November terutama bagi para tenaga medis UNIFIL termasuk tim kesehatan Indobatt untuk menjadi konselor di Batalyon masing-masing. Hal ini menunjukkan betapa besar perhatian UNIFIL terhadap pencegahan dan penanggulangan terhadap masalah HIV/AIDS.

Komandan Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa didampingi Wadan Satgas Letkol Mar Harnoko, mengatakan, kegiatan ini sangat positif karena bertujuan untuk pencegahan dini terhadap kemungkinan tertularnya virus yang sangat mematikan itu, sehingga diharapkan para prajurit Indobatt dapat mengenal lebih mendalam mengenai masalah HIV/AIDS. ”Dengan mengenal lebih dalam apa yang dinamakan HIV/AIDS serta memahami upaya pencegahannya kita akan terhindar dari penyakit ini”, pungkasnya.

Sumber: http://www.poskota.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4725