http://www.jambiekspres.co.id
">


Sembilan Pasangan Mesum Terjaring
Tanggal: Monday, 19 September 2011
Topik: Narkoba


Jambi Ekspres, 16 September 2011

KUALATUNGKAL - Satpol PP Kabupaten Tanjab Barat Rabu malam (14/9) lalu kembali menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat). Operasi dilakukan di sejumlah hotel dan tempat-tempat sepi yang kerap dijadikan sebagai lokasi pacaran muda-mudi di Kota Kualatungkal. Sebanyak empat pasangan yang bukan suami istri bersama seorang wanita yang dicurigai tengah menanti hidung belang terjaring razia rutin tersebut.

Mereka kemudian digelandang ke markas Satpol PP untuk didata dan diberi surat peringatan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Begitu selesai pendataan, mereka dilepas kembali. Tidak hanya itu pengelola hotel juga diberi surat peringatan dan diminta untuk mematuhi peraturan yang tertuang dalam peraturan daerah.

Kepala Satpol PP Tanjab Barat, Ismunandar, melalui Kasi Trantib Sunarto Salfa, mengatakan pihaknya menurunkan sebanyak 20 orang personel yang dibagi menjadi dua tim. Satu per satu hotel mereka sambangi dan dicek, seperti Hotel Mulia, City, Setia Jaya dan Sungai Batang Indah. Sementara tempat sepi dan remang-remang yang mereka sisir antara lain di Jalan Barito, jalan menuju Pelabuhan Roro dan beberapa tempat lainnya. Operasi ini berlangsung dari pukul 22.00.WIB hingga pukul 01.00.WIB dinihari.

“Di kamar Hotel Setia Jaya kami jaring satu pasangan yang bukan suami istri dan seorang perempuan, kemudian di Hotel City juga kami jaring sepasang lagi yang tengah asyik bercumbu. Ketika itu pakaian mereka setengah bugil. Sedangkan dua pasang lagi kami jaring di Jalan Barito dan di Jalan Parit Lapis yang sedang berduaan di atas motor,”katanya.

Menurut Sunarto mereka yang terjaring memiliki profesi beragam mulai dari pekerja kebun, pekerja kapal, janda, pelajar bahkan salah satu mantan Kades di Kabupaten lain. “Operasi ini memang sudah kami perhitungkan, sebab biasanya setelah lebaran Kota Kualatungkal dijadikan tempat transit bagi pemudik sehingga sering dijadikan kesempatan,” terangnya.

Pihaknya berharap kepada semua pihak untuk dapat secara bersama memberantas penyakit masyarakat tersebut, sebab jika tidak akan semakin memberikan peluang dan ruang terhadap penularan penyakit HIV/AIDS. “Langkahnya antara lain bisa dengan memberikan sosialisasi ke tengah masyarakt, membentengi keluarga dan anak didik baik dari sisi kegamaan dan aspek medis,” katanya.

(ydn/imm)

Sumber: http://www.jambiekspres.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4736