http://www.pontianakpost.com
">


HIV/AIDS Terdata 183 Kasus
Tanggal: Monday, 19 September 2011
Topik: HIV/AIDS


Pontianak Post, 17 September 2011

SAMBAS – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sambas menggelar rapat koordinasi dalam rangka untuk mencapai indikator Millenium Development Goals (MDGs) di bidang HIV dan AIDS. Rakor dipimpin langsung Ketua Pelaksana KPA Kabupaten Sambas yang juga merupakan Wakil Bupati (Wabup) Sambas Pabali Musa, di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Sambas belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa hingga saat jumlah warga yang terjangkit HIV dan AIDS di Kabupaten Sambas mencapai 183 kasus, di mana 110 kasus HIV dan 73 kasus AIDS

Wabup mengatakan bahwa percepatan pencapaian sasaran pembangunan nasional telah ditetapkan sebagai indikator dan target capaian MDGs di bidang HIV dan AIDS, yang tertuang dalam dekumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Kerja Pemerintahan Daerah 2010 – 2014. “Indikator dan target capaian MDGs di bidang HIV dan AIDS ini meliputi prevalensi HIV pada usia 15 sampai 49 tahun, kemudian penggunaan kondom pada seks beresiko, presentasi remaja yang memiliki pengetahuan yang komprehensif tetang HIV dan AIDS, serta presentasi ODHA yang mendapat akses pengobatan teratur,” ujarnya.

Diakui Pabali, target capaian indikator MDGs di bidang HIV dan AIDS ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya sangat memerlukan upaya terpadu. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas melalui KPA Sambas, dikatakan dia, sangat berkomitmen untuk memberantas dan menanggulangi permasalahan HIV dan AIDS. “Memberantas dan menanggulangi permasalahan HIV dan AIDS perlu langkah nyata dan berencana yang sistematis, terkoordinir, dan berkelanjutan, sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan bisa lebih berfokus di titik-titik rawan penyebaran virus HIV dan AIDS,” tegasnya. Lebih lanjut Wabup mengatakan bahwa untuk memberantas dan menanggulangi permasalahan HIV dan AIDS, pemerintah telah membangun kepribadian SAUM dengan mewajibkan para pelajar satu jam di rumah ibadah. “Melalui kegiatan keagamaan dimulai dari para pelajar di sekolah-sekolah akan diberi penjelasan tetang bahayanya penularan HIV/AIDS dan narkoba,” pungkasnya. (har)

Sumber: http://www.pontianakpost.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4739