http://www.metrotvnews.com
">


Seorang Penderita AIDS di Musi Rawas Meninggal
Tanggal: Thursday, 22 September 2011
Topik: Narkoba


Metrotvnews.com, 19 September 2011

Musi Rawas: Seorang penderita HIV/AIDS asal Keluruhan Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan, meninggal dunia, Sabtu (17/9). "Korban laki-laki, berusia 30 tahun," kata Kepala Bidang Surveilans dan Epedemiologi pada Dinas Kesehatan Musi Rawas, Nasrul Bayumi, Senin (19/9).

Korban, kata Nasrul, terdeteksi sejak Juli 2011 saat korban berobat ke Puskesmas Kecamatan Rawas Ulu. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit dr. Sobirin, Musi Rawas di Kota Lubuklinggau. Setelah dilakukan pemeriksaan darah, korban dinyatakan positif menderita AIDS.

Menurut Nasrul, keluarga menolak korban dirawat lebih lama di RS dr Sobirin. Setelah dua bulan dirawat di rumah, korban akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Penderita HIV/AIDS ini merupakan satu-satunya korban yang ada di daerah itu. Korban meninggal setelah beberapa penyakit menderanya antara lain TBC, batuk dan flu. Hal ini akibat hilangnya kekebalan tubuh manusia akibat virus HIV yang kemudian menjadi AIDS berupa sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia.

Orang yang terkena virus HIV, tambahnya, menjadi rentan terhadap berbagai serangan penyakit. Penanganan medis yang diberikan hanya memperlambat laju perkembangan virus, sementara penyakitnya belum benar-benar bisa disembuhkan.

Korban diketahui pernah bekerja di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, selama lima tahun. Korban kemudian kembali ke desanya dan menikah. Saat ini, ia telah dikarunia seorang anak. Untuk memastikan apakah penyakit tersebut menular ke anak dan istrinya atau tidak, mereka telah mengambil sampel darah masing-masing. Hingga kini hasilnya belum keluar.

Sebelumnya kasus yang sama juga terjadi 2010 lalu. Kasus yang juga dialami oleh warga asal Kecamatan Rupit.

Pihaknya telah melakukan upaya-upaya guna menangkal masuk serta menyebarnya penyakit HIV/AIDS ke daerah itu dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan, pemetaan daerah rawan penyebaran Penyakit Menular Seksual (PMS), pengambilan sampel darah terhadap warga yang rentan terserang PMS.

Hingga pertengahan September, PMS yang banyak diderita masyarakat daerah itu masih berupa spilis dan gonore (GO). Tercatat sudah 43 warga terinfeksi penyakit tersebut. Pihak terkait mengusahakan agar penyakit tersebut tidak berkembang menjadi HIV/AIDS.(Ant/******)

Sumber: http://www.metrotvnews.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4752