http://www.pontianakpost.com
">


ARV Perpanjang Harapan
Tanggal: Thursday, 22 September 2011
Topik: Narkoba


Pontianak Post, 20 September 2011

SINGKAWANG - Meski tidak bisa menyembuhkan, obat Antiretroviral (ARV) bisa memperpanjang hidup pengidap HIV positif dan membuat mereka hidup lebih produktif. Obat ini mampu mengurangi jumlah virus HIV dalam darah dan meningkatkan jumlah sel CD4 positif (jumlah limfosit yang melindungi tubuh dari infeksi). Demikian Media Center Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, kemarin. Dengan jadwal ketat minum obat ini tidak boleh meleset agar bisa menekan jumlah virus di tubuhnya.

Jika tidak disiplin maka obat akan menjadi resisten terhadap tubuh. Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia, terutama sel T CD4 dan makrofaga yang merupakan komponen vital dari sistem kekebalan tubuh. Hal inilah yang membuat ODHA memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dan mudah terkena infeksi. Karenanya seseorang harus mengonsumsi obat ARV untuk mempertahankan kekebalan tubuhnya. "ARV memiliki tugas meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan jumlah virus, dalam arti mencegah agar virus tidak berkembang biak," ujar Konselor Klinik Mawar RSUD Abdul Azis, Cepto Mediyanto di sela kegiatan Seminar Dukungan Pengobatan ARV Pada ODHA oleh OHIDA, di Aula Hotel Dangau Singkawang, Senin (19/9). Cepto menuturkan virus yang ada didalam tubuh seseorang ini tidak bisa keluar, sehingga seseorang harus mengonsumsi obat ARV seumur hidup. Mengonsumsi obat yang sama seumur hidup, sangat memungkinkan seseorang mengalami kejenuhan atau kebosanan.

Namun untuk mencegah kebosanan atau kejenuhan dibutuhkan dukungan Orang Hidup Dengan Penderita HIV-Aids (OHIDA) yang terdiri dari keluarganya dan juga masyarakat sekitar. ”Untuk itulah diadakan seminar ini, agar motivasi pengobatan ARV pada Orang Dengan HIV-Aids (ODHA) dapat dilakukan secara efektif. Obat ARV ini merupakan bantuan dari pemerintah sehingga tidak dipungut biaya,” kata Cepto. Lebih lanjut Cepto menuturkan kriteria yang berhak memperoleh pengobatan ARV adalah penderita (ODHA) yang secara klinis memenuhi persyaratan, kesiapan ODHA, dan harus ada dukungan dari OHIDA. Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Akhmad Kismed, di tempat yang sama mengatakan, saat ini jumlah penderita HIV-Aids yang tercatat di Klinik Mawar sampai Bulan Agustus 2011 telah mencapai 853 orang, yang mana 65 persen dari jumlah tersebut berasal dari Kota Singkawang. “Dari peringkat, Kota Singkawang menduduki urutan ke dua di Kalbar setelah Pontianak, tapi apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk, Singkawang lebih tinggi,” kata dia. “Untuk itu selain peran pemerintah yang memiliki keterbatasan, perlu juga dukungan OHIDA untuk menekan kasus baru HIV-Aids,” kata Kismed. (zrf)

Sumber: http://www.pontianakpost.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4756