http://www.equator-news.com
">


Obat Gratis Tekan HIV/AIDS
Tanggal: Thursday, 22 September 2011
Topik: HIV/AIDS


Harian Equator, 21 September 2011

Singkawang - Hingga kini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Tetapi setidaknya, usia penderita dapat lebih panjang karena obat Antiretroviral (ARV).

“ARV bertugas meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan jumlah virus, dalam arti mencegah agar virus tidak berkembang biak,” jelas, Cepto Mediyanto, Konselor Klinik Mawar RSUD Abdul Aziz ditemui di sela Seminar Dukungan Pengobatan ARV pada ODHA oleh AHIDA di Aula Hotel Dangau Singkawang, Senin (19/9).

Cepto mengatakan, kendati tidak menyembuhkan ARV bisa memperpanjang hidup penderita HIV positif dan membuat mereka hidup lebih produktif, karena obat ini mampu mengurangi jumlah virus HIV dalam darah dan meningkatkan jumlah sel CD4 positif, yakni jumlah limfosit yang melindungi tubuh dari infeksi).

Dengan jadwal yang ketat, minum obat ini tidak boleh meleset agar bisa menekan jumah virus di tubuhnya. Jika tidak disiplin maka obat akan menjadi resisten terhadap tubuh.

Cepto menjelaskan, virus dalam tubuh seseorang seperti HIV ini tidak bisa keluar Sehingga obat ARV harus dikonsumsi seumur hidup. Hal ini sangat memungkinkan seseorang jenuh.

Namun, untuk mencegah kebosanan atau kejenuhan karena meminum obat seumur hidup itu, tambah dia, dibutuhkan dukungan keluarga dan juga masyarakat sekitarnya. “Untuk itulah diadakan seminar ini, agar motivasi pengobatan ARV ODHA dapat dilakukan secara efektif. Obat ARV ini merupakan bantuan dari pemerintah sehingga tidak dipungut biaya,” kata Cepto.

Orang yang berhak mendapatkan obat ARV ini, jelas Cepto, yakni ODHA yang secara klinis memenuhi persyaratan, kesiapan dan harus mendapatkan dukungan dari keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Ahmad Kismet mengungkapkan, jumlah penderita HIV/AIDS yang tercatat di Klinik Mawar Agustus 2011 telah mencapai 853 orang, yang mana 65 persen dari jumlah tersebut berasal dari Kota Singkawang.

Jumlah tersebut menjadikan Kota Singkawang sebagai daerah kedua setelah Kota Pontianak sebagai daerah yang penderita HIV/AIDS terbanyak. Tetapi, bila dibandingkan dengan jumlah, Singkawang lebih tinggi. “Oleh karenanya, selain peran pemerintah yang memiliki keterbatasan, perlu juga dukungan OHIDA untuk menekan kasus baru HIV/AIDS,” kata Kismed. (dik)

Sumber: http://www.equator-news.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4764