Masyarakat Inhu Diresahkan Isu Penularan HIV dan AIDS
Tanggal: Thursday, 22 September 2011
Topik: HIV/AIDS


Riau Terkini, 22 September 2011

Belakangan menyebar isu ada penderita HIV dan AIDS yang sengaja menularkan virus mematikan. Dinas Kesehatan menghimbau masyarakat tidak resah.

Riauterkini –RENGAT-Dinas kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menghimbau masyarakat Inhu agar tidak resah, dengan adanya isu yang merebak akhir akhir ini. Tentang penyebaran HIV-AIDS yang dilakukan oleh penderita penyakit HIV-AIDS.

Dimana isu yang meresahkan masyarakat tersebut menyatakan, penderita penyakit HIV-AIDS yang merasa putus asa akibat tidak ada perhatian dari pemerintah. Akan menyebarkan penyakit tersebut dengan modus melalui tusuk gigi yang banyak terdapat di warung dan restaurant.

Dengan memepergunakan tusuk gigi tersebut, penderita HIV-AIDS akan menusuk gusinya hingga berdarah dan mengusapnya hingga tidak terlihat, untuk kemudian meletakkan kembali tusuk gigi tersebut ditempat semula.

Masyarakat tidak perlu resah dengan adanya isu tersebut, yang akhir akhir ini mulai merebak di Inhu dari mulut kemulut bahkan disebarkan melalui SMS. Karena penyebaran virus HIV-AIDS tidak dapat dilakukan melalui tusuk gigi sebagaimana isu yang beredar. Sebagaimana disampaikan Dinas kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hulu melalui humasnya dr.Rizalwan kepada Riauterkini Kamis (22/9/11).

“Penyebaran virus HIV-AIDS hanya dapat dilakukan melaui transfusi darah, jarum suntik dan hubungan seksual. Jadi masyarakat tidak perlu resah dengan adanya isu tersebut, karena secara medis penularan tidak dapat dilakukan melalui tusuk gigi sebagaimana isu yang beredar” ujar humas Diskes Inhu dr.Rizalwan.

Penularan melalui jarum suntik dapat terjadi karena jarum suntik masuk hingga ke pembuluh darah, beda dengan tusuk gigi yang hanya dapat membuat luka kecil di gusi. Ungkap dr.Rizalwan menambahkan.

Isu penyebaran HIV-AIDS di Inhu semakin merebak setelah satu orang wanita warga Kecamatan Rengat Barat penderita yang positif mengidap HIV-AIDS meninggal dunia pada minggu kemarin.

Ini menambah panjang daftar penderita HIV-AIDS yang meninggal di Inhu, dimana sebelumnya pada tahun yang sama dua orang penderita yang juga positif mengidap HIV-AIDS meninggal dunia. Dua orang tersebut, seorang laki laki umur 35 tahun beralamat di Kecamatan Rengat. Dan seorang Perempuan berumur 21 tahun warga Kecamatan Peranap yang keduanya meninggal dunia di RSUP Arifin Achmad Pekan Baru.

Dinas kesehatan Inhu mengakui adanya peningkatan penderita yang positif terjangkit HIV-AIDS di Inhu, dari sebelas orang pada tahun 2010 menjadi lima belas orang pada tahun 2011. Data tersebut didapat setelah dilakukan Rapid tes atau tes HIV-AIDS terhadap para penderita. Dan Identitas para penderita tersebut sesuai aturan dirahasiakan, atau istilah kesehatanya Anonimoslink.

Gejala dari penderita bila sudah terkena Infeksi Oportunistik (IO), penderita HIV-AIDS akan mengalami diare berkepanjangan lebih dari sebulan, dan juga batuk berkepanjangan serta kulit gatal gatal yang meninggalkan bercak.

“Bila penderita mengalami gejala seperti itu dalam jangka waktu 2 sampai 5 tahun itu merupakan indikasi terjangkit HIV-AIDS. Dan untuk memastikanya kita harus melakukan tes HIV atau Rapid Tes” tegas humas Diskes Inhu.

Humas Dinas kesehatan Inhu juga menghimbau masyarakat untuk tidak perlu menjauhi maupun memfonis penderita HIV-AIDS, tapi justru memberi dukungan moril kepada korban. Untuk semangat menghadapi hidup sambil dilakukan pengobatan. Karena penularan HIV-AIDS tidak melalui kontak langsung, baik meraba maupun dalam berkomunikasi. “Penularan HIV-AIDS tersebut hanya melalui hubungan seksual dan jarum suntik maupun transfuse darah. Jadi tidak perlu hawatir bila kita bergaul sehari hari dengan penderita HIV-AIDS” tandasnya. ***(guh)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4769