Gawat! Kasus HIV/AIDS Meningkat Tajam di Belitung
Tanggal: Thursday, 22 September 2011
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 22 September 2011

Belitung - Perilaku seks bebas yang dilakukan para pendatang menjadi faktor utama kecenderungan meningkatnya kasus penderita HIV/ AIDS di Kabupaten Belitung.

"Kasus HIV/AIDS belum terlalu terlihat di kabupaten Belitung. Tapi sering banyaknya pelaut mancanegara yang singgah dan maraknya wisatawan yang datang, kini kasus HIV/AIDS di Belitung cenderung meningkat," kata Drg. Maria Cornellia, Kepala Puskesmas Air Saga, Tanjung Pandan, kepada wartawan, Rabu, (21/9).

Drg. Maria mengatakan, maraknya kasus ini dikarenakan banyaknya pelaut dari negara lain yang singgah ke beberapa pulau di Belitung.

Selain itu, sambung maria, sejak kota ini menjadi tempat tujuan wisata, banyak dibuka tempat hiburan malam dan ada pula konsumen dari masyarakat lokal sehingga dibawa ke rumah dan menularkannya.

Untuk itu di Puskesmas Air Saga kini terdapat klinik khusus infeksi menular seksual (IMS). Klinik ini baru ada di puskesmas air saga pada bulan Juli, namun masih sedikit masyarakat yang mau datang karena takut dicap negatif oleh masyarakat.

Metode jemput bola

Kasus HIV/AIDS masih dianggap sesuatu hal yang tabu atau bahkan memalukan bagi sebagiian masyarakat Belitung. Untuk itu di Puskesmas IMS menerapkan metode jemput bola untuk melakukan penanganan bagi penderita HIV/AIDS Kubupaten Belitung.

"Kita masih jemput bola dengan mendatangi kafe-kafe. Rata-rata disana mengalami keputihan tapi belum tahu karena apa," ujar dr Joko Ferdinanto.

Dr Joko menuturkan, infeksi menular seksual yang ditemukan seperti sifilis, kencing nanah, infeksi serviks pada perempuan serta uretritis pada laki-laki. Biasanya data yang masuk dikumpulkan per 3 bulan sebelum akhirnya dilaporkan ke pusat.

Untuk itu diperlukan sosialisasi lebih lanjut pada masyarakat mengenai infeksi menular seksual khususnya tentang HIV/AIDS seperti dalam hal bahaya dan pencegahannya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama,Yulia, selaku pengelola program HIV/AIDS dan IMS Dinas Kesehatan Belitung menjelaskan selama 2009-2011 kasus penderita HIV/AIDS cenderung meningkat.

"Sejak akhir 2009 hingga tahun 2011 diketahui ada sekitar 37 orang yang terinfeksi HIV/AIDS, namun diketahui baru 7 orang yang mendapatkan pengobatan dengan ARV. Sedangkan masyarakat yang menjadi suspect akan dikirim ke rumah sakit umum," jelas Yulia.

Seperti diketahui, penyebaran virus HIV AIDS dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni: melalui kontak seksual, termasuk oral seks dan anal seks. Transfusi darah, melalui cara ini penularan bisa terjadi karena penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Selain itu, seorang wanita hamil dapat menularkan virus ke janinnya melalui peredaran darah, atau ibu menyusui dapat menularkan ke bayinya melalui ASI. [mor]

Sumber: http://gayahidup.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4771