Banyaknya napi di Tanjung Gusta yang positif menggunakan narkoba, ditanggapi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan. Wakil Direktur LBH Medan, Muslim Muis, mengatakan aparat kepolisian saat ini masih kesulitan untuk mengatasi peredaran narkoba jenis shabu-shabu, sehingga banyak ditemukan napi yang positif menggunakan narkoba. Muslim menambahkan, dalam melakukan razia, apalagi pemeriksaan terhadap para napi yang bekerjasama dengan pihak pegawai internal rutan, biasanya polisi langsung mengarah kepada tersangka diduga pelaku utamanya.

Jadi perubahan sistem itu perlu. Polisi harus melakukan razia di luar rutan. Artinya, pemeriksaan terhadap pengunjung, itu yang harus dilakukan. “Masuknya barang haram itu, ya dari luar. Jadi, kalau ini dilakukan, peredaran narkoba di dalam rutan mati kutu,” ujarnya.

Sumber: http://www.waspada.co.id
">


42 napi LP Tanjung Gusta positif HIV
Tanggal: Friday, 23 September 2011
Topik: HIV/AIDS


Waspada Online, 22 September 2011

MEDAN - Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP atau lapas) Tanjung Gusta di Medan saat ini sungguh memprihatinkan. Dari 2790 napi, ada 80 orang kecanduan narkoba dan 42 orang terkena HIV, dan 3 positif3 AIDS.

Menurut Ketua Tim Penanganan HIV AIDS di Tanjung Gusta, Sakti Siregar, kepada Waspada Online menyebutkan hari ini, untuk menetralisir kecanduan narkoba para warga binaan di Tanjung Gusta tersebut, pihaknya melakukan upaya pengobatan yang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RS Adam Malik Medan.

"Untuk melakukan penetralisiran, kita memberikan obat yang yang bernama Metadon yang juga narkotika yang dicampur dengan sirup kurnia. Saat ini sudah 30 orang yang diberi minuman tersebut," ujar Sakti Siregar. Sakti juga menyebutkan dari 3 orang yang menderita AIDS, satu orang perempuan dan ketiganya saat ini dirawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Banyaknya napi di Tanjung Gusta yang positif menggunakan narkoba, ditanggapi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan. Wakil Direktur LBH Medan, Muslim Muis, mengatakan aparat kepolisian saat ini masih kesulitan untuk mengatasi peredaran narkoba jenis shabu-shabu, sehingga banyak ditemukan napi yang positif menggunakan narkoba. Muslim menambahkan, dalam melakukan razia, apalagi pemeriksaan terhadap para napi yang bekerjasama dengan pihak pegawai internal rutan, biasanya polisi langsung mengarah kepada tersangka diduga pelaku utamanya.

Jadi perubahan sistem itu perlu. Polisi harus melakukan razia di luar rutan. Artinya, pemeriksaan terhadap pengunjung, itu yang harus dilakukan. “Masuknya barang haram itu, ya dari luar. Jadi, kalau ini dilakukan, peredaran narkoba di dalam rutan mati kutu,” ujarnya.

Sumber: http://www.waspada.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4775