Para Pemain Games Ini Pecahkan Misteri AIDS
Tanggal: Friday, 23 September 2011
Topik: Narkoba


TEMPO Interaktif, 23 September 2011

Washington - Lebih dari satu dekade, para ilmuwan telah mencoba memecahkan kode-kode enzim penting untuk mereplika protein HIV. Tetapi komunitas gamers bisa melakukannya lebih cepat. Mereka hanya butuh kurang dari tiga minggu.

Penelitian ini dipublikasikan melalui jurnal Nature Structural & Molecular Biology, Universitas Washington. Hasil penelitian menerangkan bagaimana mereka menemukan cara yang akurat untuk memprediksi struktur protein.

Dengan cara ini, ilmuwan dapat menemukan lokasi yang tepat untuk menghentikan pertumbuhan virus itu. Juga memberi kesempatan para peneliti menentukan pengobatan yang efektif bagi penderita HIV/AIDS.

Aplikasi game tiga dimensi yang mereka pakai adalah Foldit. Para peneliti di Universitas Washington mengembangkan aplikasi ini pada 2008. Cara kerja aplikasi ini yaitu dengan memutar molekul asam amino untuk membuat struktur protein tiga dimensi. Mereka memecahkan tantangan ilmiah yang rumit menjadi permainan komputer yang kompetitf.

Dengan menggunakan model tiga dimensi pada komputer, para gamers mampu menciptakan struktur enzim yang bertanggung jawab untuk replikasi beberapa virus--termasuk HIV--dengan akurat.

Sebelumnya, para gamers menggunakan program Foldit untuk memecahkan masalah struktur perbaikan dengan protein lainnya. Seperti untuk menghentikan Mason-Pfizer Monkey Virus (M-PMV). Lalu mencapai kemajuan dengan AIDS dalam rhesus monyet. Dengan bekerja bersama-sama, beberapa team gamers yang berbeda-beda mampu membuat model yang akurat tentang struktur protein itu untuk memecahkan masalah replikasi.

"Para ilmuwan tertarik untuk bekerja di luar struktur tiga dimensi protein karena mereka membantu memahami bagaimana protein bekerja di dalam sel," ujar David Baker, profesor biokimia di Universitas Washington.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4778