4 Pengidap HIV/AIDS di Liponsos Dilepas
Tanggal: Monday, 26 September 2011
Topik: HIV/AIDS


Surabaya Post, 24 September 2011

Surabaya - Kalangan DPRD Kota Surabaya, terutama di Komisi D (Kesra) kaget setengah mati. Sebab belakangan ada empat orang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Liponsos yang diduga positif pengidap HIV/AIDS dilepas Pemkot.

“Kami kaget setengah mati. Masak ada pengidap HIV/AIDS dilepas. Ini kan tidak benar, Karena itu kami meminta agar pemkot harus mengambil tindakan terhadap empat PMKS yang terlanjur dilepas tersebut,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya, Junaedi, Sabtu (24/9).

Tindakan yang dimaksud, katanya, Pemkot harus mengamankan mereka. Sebab, jika tetap bebas berkeliaran tentu akan meresahkan masyarakat. Bahkan, bila mereka pekerja seks komersial (PSK) dan kembali menekui profesinya sangat mungkin akan membuat masyarakat ketakutan.

Sejalan dengan itu, dewan mendesak agar Dinas Sosial (Dinsos) mengungkapkan jati diri serta foto empat orang yang tersebut. Paling tidak dengan terungkap jati diri mereka ini, mudah untuk dilakukan pencarian. “Temukan mereka dulu dan dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang. Baru kemudian mereka dipulangkan ke daerah masing-masing,” ungkapnya.

Ia menambahkan, persoalan PMKS di Surabaya memang benar-benar kompleks. Karena itu, Pemkot harus menggandeng instansi terkait seperti Dinsos dari pemda asal mereka serta Pemprov Jatim. Tujuannya untuk mengurangi beban anggaran Pemkot Surabaya yang terkuras untuk mengurusi mereka yang kebanyakan bukan warga Surabaya.

Diserahkan Keluarganya

Terkait dengan ini Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Eko Hariyanto mengatakan, ke-empat PMKS yang terkena HIV/AIDS itu bukan dilepas begitu saja, melainkan diserahkan kepada keluarganya masing-masing. Selain itu, mereka bukan PSK semuanya. Mereka terdiri dari 1 PSK dan 3 gelandangan serta pengemis (gepeng). “Jadi PMKS ini bukan dilepas atau lepas yang kemudian berkeliaran di masyarakat. Justru sekarang ini mereka sudah dilepaskan ke keluarganya masing-masing untuk diurusi,” ujarnya. Saat pemulangan ini, menggunakan surat pengantar dari walikota. Selain itu, pemkot membuat rekom kepada rumah sakit atau Dinkes setempat untuk melakukan pemantauan kepada mereka. “Kami sudah lapor ke walikota soal ini, dan oleh walikota minta dipulangkan dengan disertai surat pengantar walikota,” ujarnya.

Adapun yang mereka yang dipulangkan adalah 1 PSK yang sudah dijemput keluarganya dari Palembang. Satu gelandangan dari Banyuwangi dan 1 gelandangan dari Semarang. Keduanya juga sudah dipulangkan ke daerah asal. Sedangkan 1 gelandangan lagi sudah diserahkan keluarganya di Surabaya dan direkomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan secara rutin di Puskesmas dan rumah sakit. “Jadi masyarakat jangan risau dan resah. Sebab, mereka sudah dikembalikan ke keluarga masin-masing. Dan sekarang tidak ada PMKS yang terkena HIV/AIDS baik yang berada di Liponsos maupun yang berkeliaran,” ujarnya.

Sedangkan untuk perawatan orang gila dan gepeng di Liponsos sudah ada bantuan dari Pemprov Jatim untuk penanganannya. Bantuannya sudah cair awal September lalu. pur

Sumber: http://www.surabayapost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4785