http://bandung.detik.com
">


Opera 'Dyah Pitaloka' Sampaikan Pesan Bahaya HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 26 September 2011
Topik: HIV/AIDS


detikBandung, 24 September 2011

Bandung - Alkisah di negeri antah berantah, sekelompok pemudi cantik bertemu dengan para pemuda yang tampan. Mereka pun jatuh cinta. Si pemuda tampan memutuskan meminang pujaan hatinya.

Namun orangtua para gadis tak mau melepas begitu saja anak tercintanya. Mereka pun mengajukan syarat. Pertama, si pemuda harus bebas HIV/AIDS, usia harus cukup, dan telah bekerja.

Itulah inti cerita dari rock opera 'Dyah Pitaloka' yang ditampilkan di Gedung Merdeka, Sabtu (24/9/2011).

Seribuan siswa SMA se-Kota Bandung tampak hanyut menonton cerita itu. Event yang digagas Komisi Penaggulang AIDS (KPA) Jabar ini memang untuk mensosialisasikan bahayanya HIV/AIDS kepada kalangan remaja.

Sosialisasi HIV/AIDS selama ini melalui pelatihan dinilai kurang efektif terhadap kalangan muda. Selain opera Dyah Pitaloka, ditampilkan juga jazz-opera wayang dengan cerita Ramayana versi Minang yang dimainkan alumni ITB tahun 1975.

(ern/ors)

Sumber: http://bandung.detik.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4786