Tangkal HIV-AIDS, HEBAT Targetkan Sentuh 20.800 Pelajar SMP
Tanggal: Thursday, 29 September 2011
Topik: HIV/AIDS


detikBandung, 28 September 2011

Bandung - Kurikulum Hidup Sehat Bersama Sahabat (HEBAT) saat ini diajarkan di sejumlah SMP di Kota Bandung. Pencegahan HIV-AIDS yang masuk pelajaran bimbingan konseling ini ditargetkan menyentuh 20.800 pelajar SMP se-Kota Bandung.

Program tersebut diprakarsai oleh Integrated Management for Prevention, Control, and Treatment of HIV-AIDS (IMPACT) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung. HEBAT merupakan sebuah pendekatan program berbasis bukti yang bertujuan mengurangi perilaku akibat risiko HIV-AIDS di kalangan pelajar.

Manager Program IMPACT, Lucas Pinxten, mengatakan kurikulum HEBAT sudah diimplementasikan sejak 2010 di 10 SMP Negeri di Kota Bandung meliputi 4.000 pelajar dan melatih 35 guru pembimbing serta konseling.

"Kurikulum ini akan diteruskan ke semua SMP Negeri di Bandung yang jumlahnya 52 sekolah dengan perkiraan sekitar 20.800 pelajar dan 200 guru. Target tersebut untuk tahun ini dan tahun berikutnya," ujar Lucas saat ditemui di SMPN 4 Bandung, Jalan Samoja, Rabu (28/9/2011).

Menurtu Lucas, kurikulum HEBAT telah menunjukkan hasil memuaskan selama ini. Para guru menjadi proaktif dan percaya diri dalam mengajar anak didiknya, terutama soal pendidikan narkoba, kesehatan reproduksi dan keterampilan hidup terkait HIV-AIDS.

"Adanya program ini, para pelajar pun menunjukkan kemampuan untuk menolak narkoba dan kegiatan seksual yang tidak diinginkan atau seks bebas, serta niat berprilaku sehat juga terlihat meningkat," papar Lucas.

Researcher Health Promotion School WG dari IMPACT, Zahrotur Rusyda Hinduan, mengatakan kurikulum HEBAT ini diajarkan satu kali semingggu dengan waktu 40 menit atau satu jam pelajaran yang berlangsung selama 4 minggu.

"Fokus yang diajarkan nanti yakni soal bahaya narkoba dan seks bebas. HEBAT ini diperkenalkan kepada spelajar kelas delapan atau kelas dua," kata dia saat ditemui di tempat yang sama.

Sebanyak 10 sekolah yang sudah dijejali kurikulum HEBAT yakni SMPN 1, SMPN 4, SMPN 14, SMPN 18, SMPN 36, SMPN 11, SMPN 20, SMPN 40, SMPN 51, dan SMPN 16.

Kepala Sekolah SMPN 4 Bandung, Adang, mengaku menyambut positif kurikulum HEBAT yang diterapkan bagi kalangan pelajar. "Adanya program ini bisa menekan kenakalan remaja. Serta menjadikan pelajar memilki karakter baik dan sopan santun," terang Adang sambil menambahkan jumlah siswanya saat ini mencapai 1.054.

Data yang dimiliki IMPACT, jumlah kasus AIDS di Jabar terus mengalami peningkatan. Hingga Juni 2011 ini di Jabar tercatat 3.809 kasusu. Kabar baiknya dengan dukungan dari IMPACT, tingkat kematian pasien HIV di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) setelan mendapat HIV dengan konseling baik dan pengujian awal dalam setiap periode enam bulan telang berkurang dari 24 persen pada 2006 menjadi 4,5 persen pada 2010.

(bbn/ern)

Sumber: http://bandung.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4816