Warga Berisiko HIV/AIDS Diimbau Tes Darah
Tanggal: Thursday, 29 September 2011
Topik: HIV/AIDS


Metrotvnews.com, 28 September 2011

Kendari: Warga berisiko terjangkit virus HIV/AIDS di 10 kabupaten dan dua kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 8.000, dihimbau untuk menjalani tes darah di Rumah Sakit Umum (RSU) Provinsi Sultra.

"Mereka yang berisiko terjangkit virus HIV/AIDS tidak perlu khawatir melakukan tes darah di RSU Provinsi Sultra, sebab identitas mereka akan dirahasiakan oleh pihak petugas rumah sakt," kata Kepala Dinas Kesehatan provinsi Sultra, Amin Yohanis di Kendari, Selasa (27/9).

Selain identitas mereka dirahasiakan, kata dia, mereka juga tidak dipungut biaya dalam pelayanan tes darah tersebut.

Bahkan ujarnya, jika mereka yang melakukan tes darah terdeteksi mengidap virus HIV/AIDS, pihak rumah sakit akan memberikan pelayanan kesehatan dan obat-obatan secara cuma-cuma.

"Memeriksakan darah lebih awal, jauh lebih baik karena ketika dalam tes darah itu sudah terdeteksi mengidap virus HIV/AIDS yang bersangkutan bisa langsung mendapatkan pelayanan secara berkelanjutan," katanya.

Namun, jika datang ke rumah sakit setelah kondisi pengidap virus HIV/AIDS memperlihatkan gejala terjangkit virus tersebut seperti diare yang tidak berhenti atau sariawan yang tidak sembuh-sembuh, penanganannya menghambat laju perkembangan virusnya sangat sulit dan membutuhkan biaya besar.

"Kalau masih dalam tahap mengidap virus tapi belum memperlihatkan gejala terjangkit HIV/AIDS, penangangan menghambat laju perkembangan virusnya masih gratis. Tapi kalau sudah menunjukkan gejala HIV/AIDS perawatannya tidak gratis lagi, karena harus membeli obat di luar rumah sakit," katanya.

Makanya, ujar Amin, sebaiknya warga yang berisiko terjangkit virus HIV/AIDS tidah usah ragu memeriksakan darah lebih awal, sehingga jika terdeteksi mengidap virus tersebut penganannya lebih mudah dan gratis.

Menurut dia, warga yang berisiko terjangkit virus HIV/AIDS adalah para pekerja seks komersial, pelayan di sejumlah tempat hiburan malam dan para anak buah kapal (ABK) yang sering berkunjung ke tempat-tempat hiburan malam.

Salain itu, juga mereka yang berperilaku seks bebas, menyimpang, menggunakan narkoba dengan memakai jarum suntik, gonti-ganti pasangan dan sebagainya.

"Mereka-mereka itu yang berisiko terjangkit virus HIV/AIDS. Kita menghimbau agar mereka mau memeriksakan darah di rumah sakit, sehingga ketika terdeteksi mengidap virus HIV/AIDS, bisa segera ditangani," katanya.(Ant/DNI)

Sumber: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4818