http://www.ujungpandangekspres.com
">


Memperlakukan ODHA Layaknya Pasien Biasa
Tanggal: Thursday, 29 September 2011
Topik: Narkoba


Ujungpandang Ekspres, 28 September 2011

Hari ini (kemarin, red) peserta benchmarking melakukan study ke Banglamung Hospital, salah satu rumah sakit di Districh Banglamung Thailand yang melayani dan merawat pasien ODHA.

Rumah sakit ini, menyediakan 120 bad, plus 30 bad lagi ditempatkan di salah satu kecamatan untuk tempat pelayanan.

Rumah sakit Banglamung ini berada di bawah Departemen Kementerian Kesehatan Thailand. Jumlah kunjungan mencapai 4.910 pasien yang ditangani rawat inap, dimana kelompok anak 60 orang dan dewasa 1.873 orang. Ini yang dirawat kaitannya dengan kasus HIV. Perawatan di RS ini berhasil menekan laju jumlah dari HIV ke AIDS dan dari tidak teinfeksi ke HIV, karena salah satu programnya adalah sosialisasi dan penyuluhan terhadap masyarakat pengguna layanan rumah sakit.

Di samping itu ada program home visit dari perawat ke rumah pasien yang dirawat dan emergency call line, sebagai bentuk monitoring bagi pasien yang sudah dirawat untuk menanyakan keberadaan pasien pasca perawatan.

Yang menarik di rumah sakit ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam layanan kesehatan bagi masyarakat dengan sistem jaminan sosial kesehatan perorang dari budget pemerintah sebesar 2500 bath atau sekira Rp717.500 (kurs 1 THB= Rp287) per orang untuk semua penduduk, termasuk penduduk urban juga mendapatkan budget kesehatan.

Namun demikian, walau budget pemerintah sudah dianggarkan bagi masyarakat secara cuma-cuma, tetapi kebanyakan dari pengguna layanan kesehatan ini tidak mau menggunakan, karena mereka malu menggunakan dan lebih memilih membayar biaya kesehatannya.

Selain itu, mereka tidak mau menggunakan karena masyarakat menginginkan layanan yang prima, bukan yang gratisan yang mungkin saja obat dan pelayanannya tidak cocok atau tidak memuaskan.

Masyarakat juga dilengkapi id card untuk layanan hak kesehatan dan sekaligus dipakai alat kontrol pemerintah terhadap penggunaan budget layanan kesehatan.

Yang menarik juga, layanan ODHA di Rumah Sakit Banglamung tidak terpisah dengan layanan kesehatan lainnya, yakni diintegrasikan dengan layanan kesehatan secara umum (berada di perawatan penyakit infeksi). Jadi setiap masyarakat sudah menerima ODHA laiknya pasien biasa, atau tidak ada lagi identitas bahwa ini pasien ODHA atau bukan sehingga harus mendapatkan layanan khusus. ()

Sumber: http://www.ujungpandangekspres.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4821