http://www.balipost.co.id
">


Konsep ''Manyamabraya'' Jangan Hanya Diucapkan
Tanggal: Thursday, 29 September 2011
Topik: Narkoba


Bali Post, 28 September 2011

Konsep manyamabraya harus benar-benar dilaksanakan di dalam interaksi sosial atau bermasyarakat. Konsep itu hendaknya jangan sekadar diucapkan, tetapi harus dilaksanakan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, S.H. saat memimpin rapat koordinasi Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB), Selasa (27/9) kemarin di Karangasem. Rapat koordinasi itu terkesan digelar mendadak.

Wabup yang juga Ketua Dewan Penasihat FKUB Karangasem itu mengatakan, kegiatan itu jangan baru digelar saat ada masalah seperti bom di depan gereja di Solo dua hari lalu. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana menyampaikan, perlunya digelar pertemuan atau simakrama atau silaturahmi di tingkat masyarakat, bukan sekadar di tingkat pemimpin atau tokoh masyarakat. Simakrama yang nyata digelar lebih sering di masyarakat baik di lingkungan masyarakat yang pemukimannya heterogen dari segi agama atau kepercayaan, juga di lingkungan yang homogen. ''Simakrama atau silaturahmi mesti lebih sering dilakukan langsung di lingkungan masyarakat,'' ujar Gede Dana.

Ketua MUI Karangasem H. Mursyid, S.Ag. menyatakan sependapat. Menurutnya, sosialisasi hendaknya tak hanya ditujukan kepada warga usia 50 tahun ke atas. Namun, kedamaian dan persahabatan itu milik semua orang. Karena itu, penerangan mengenai hubungan atau sejarah dan kekerabatan umat Muslim dengan Hindu di Karangasem hendaknya terus disampaikan kepada generasi muda. Hal itu jangan sampai generasi muda putus pengetahuan sejarah mengenai hubungan umat Muslim dan Hindu itu, sehingga jangan sampai misalnya 15 tahun lagi terjadi masalah atau pertengkaran.

Wabup Sukerana menyatakan sangat setuju dengan Mursyid. Ditambahkan, penerangan kepada siswa baik SMP maupun SMA atau generasi muda secara umum, tak sebatas mengenai simakrama atau hubungan umat berbeda agama di Karangasem. Namun bisa menyangkut topik yang lebih luas, yakni mengenai kenakalan remaja, ancaman bahaya seks bebas dengan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS, serta ancaman globalisasi dengan mudahnya mengakses gambar atau film porno. ''Berbagai ancaman yang dihadapi generasi muda kita sangat serius dan kita perlu mengantisivasinya dengan melakukan lebih banyak penerangan atau ceramah dengan bahasa agama,'' ujar Mursyid. (013)

Sumber: http://www.balipost.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4827