http://www.mediaindonesia.com
">


Sumatra Barat Serius Sikapi Ancaman HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 03 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Media Indonesia, 30 September 2011

PADANG: Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno menginstruksikan kepada pemerintah kabupaten dan kota agar menyikapi secara serius ancaman HIV/AIDS karena dewasa ini daerah itu berada di posisi ke-12 secara nasional.

Instruksi itu disampaikan Irwan Prayitno dalam sambutan tertulis pada pembukaan rapat koordinasi HIV/AIDS se-Sumbar yang disampaikan Asisten II Setdaprv Sumbar Syafrial di Padang, Kamis (29/9).

Menurut dia, ancaman yang amat dahsyat itu perlu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapinya, karena itu merupakan tugas bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Program penggulangan HIV/AIDS yang menyeluruh minimal harus dilaksanakan secara berkesinambungan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan populasi berisiko.

"Selain itu ciptakan situasi lingkungan yang kondusif, proaktif dalam melaksanakan kegiatan penaggulangan HIV/AIDS. Kita minta kabupaten dan kota mengalokasikan dana pendukung pada APBD serta maksimalkan peran dan fungsi KPA di wilayah masing-masing," katanya.

Kemudian juga dinilai perlu diberikan pengertian kepada semua pihak agar memperlakukan secara adil dan manusiawi setiap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Syafrial dalam presentasinya menambahkan, hampir di setiap provinsi ada informasi ibu hamil dengan HIV dan anak yang terjangkit HIV/AIDS. "Lebih dari 6,5 juta perempuan Indonesia merupakan populasi rawan tertular dan menularkan. Selain itu, lebih dari 24.000 perempuan usia sumbur di Indonesia telah terinveksi HIV. Sekitar 9.000 perempuan HIV posisitf hamil setiap tahunnya di Indonesia dan lebih dari 30 persen di antaranya melahirkan bayi yang tertular bila tak ada intervensi," jelasnya.

Kasus HIV/AIDS, menurut dia, ibarat fenomena gunung es yang hanya terlihat permukaannya saja, karena sebenarnya kasus yang ada mungkin lebih banyak dari yang terdata.

Data Dinas Kesehatan Sumbar, sebanyak 36 kasus AIDS ditemukan sampai posisi Agustus 2011, tersebar di 19 kabupaten dan kota. Sejak 1992 hingga 2010, ditemukan sedikitnya 552 kasus AIDS dan 72 penderita HIV di Sumbar, dimana 92 orang di antaranya meninggal dunia. (Ant/OL-2)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4840