http://health.kompas.com
">


OKI Sepakat Wujudkan Kemandirian Obat dan Vaksin
Tanggal: Monday, 03 October 2011
Topik: Narkoba


KOMPAS.com, 01 Oktober 2011

JAKARTA - Deklarasi Astana disepakati negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI). Deklarasi itu menegaskan komitmen negara-negara anggota OKI untuk mewujudkan kemandirian dalam produksi obat dan vaksin.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama, Sabtu (1/10/2011), melalui surat elektronik, kepada Kompas, di Jakarta.

Deklarasi disepakati di akhir Pertemuan Menteri Kesehatan Organisasi Konferensi Islam (Third Islamic Conference on Minister of Health), di Kota Astana, Ibukota Republik Kazakhstan, Sabtu sore tadi.

Beberapa hasil pertemuan itu adalah Indonesia disepakati menjadi tuan rumah Pertemuan Menteri-Menteri Kesehatan OKI ke-4 (4th Islamic Conference on Minister of Health), yang akan diselenggarakan tahun 2013. Pertemuan itu diadakan dua tahun sekali.

"Indonesia merasa terhormat dan siap untuk menjadi tuan rumah kongres ke 4 Menkes negara OKI di tahun 2013 nanti," kata Tjandra menambahkan.

Menurut Tjandra, pada hari terakhir disepakati deklarasi Astana tentang topik penguatan kerjasama kesehatan, eradikasi polio di dunia, dan kemandirian dalam produksi obat dan vaksin.

Kesepakatan lain adalah, upaya penanggulangan HIV/AIDS, tuberkulosis dan malaria, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Deklarasi itu juga menyepakati dukungan kesehatan untuk Palestina dan Siria.

Dalam pertemuan itu, lanjut Tjandra, pihaknya memaparkan, Indonesia, melalui Biofarma, memproduksi vaksin Biofarma yang diekspor ke berbagai negara dunia. Hal ini sebagai langkah nyata mengeradikasi polio dan mewujudkan kemandirian dalam produksi obat dan vaksin sesuai deklarasi Astana.

Sejauh ini Indonesia sudah mengendalikan kasus polio impor terakhir di tahun 2005 lalu, yang diatasi dalam waktu sekitar satu tahun. BUMN Indonesia (PT Biofarma) adalah salah satu produsen vaksin polio terbesar di dunia.

Tjandra menegaskan, komitmen yang tinggi dari setiap negara dalam eradikasi polio perlu terus dijaga melalui imunisasi polio dan perlunya terus dilakukan surveilans AFP (Acute Flaccid Paralysis) "Kerjasama antar negara-negara anggota OKI harus terus digalakkan untuk menuju dunia bebas polio," ujarnya.

Sumber: http://health.kompas.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4849