http://www.ujungpandangekspres.com
">


AIDS di Bukittinggi Ibarat Gunung Es
Tanggal: Monday, 03 October 2011
Topik: Narkoba


Ujungpandang Ekspres, 03 Oktober 2011

YOGYAKARTA - Jumlah penderita HIV/AIDS yang terdeteksi oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat terus meningkat.

Kota Bukittinggi sebenarnya selama ini merupakan kota yang populasi penderita HIV/AIDS-nya terbilang cukup tinggi.Ketua Forum Komunitas Peduli AIDS Bukittinggi (FKPAB), Gumi Langerya Rizal, mengatakan, sebelum FKPAB terbentuk, jumlah penderita HIV yang tercatat sangat kecil. Sebab, penderita baru bisa terdeteksi setelah penderita tak berdaya, atau sudah mengalami AIDS.

Menurut Umi, pada 2008 jumlah penderita HIV/AIDS di Bukittinggi tercatat 29 kasus. Tahun 2009, 123 kasus, dan Tahun 2010 mencapai 212 kasus. Sementara bulan Januari sampai Mei 2011, KPA mencatat HIV/AIDS di Kota Bukittinggi mencapai 221 kasus. Adanya peningkatan yang cukup drastis itu, diakui Gumi sebagai bagian dari keberhasilan Forum Komunitas Peduli AIDS Bukittinggi (FKPAB). Sebab, setelah FKPAB terbentuk, FKPAB intens turun ke masyarakat melakukan sosialisasi, tentang pentingnya masyarakat memeriksa kesehatan reproduksi, bahaya AIDS, dan betapa pentingnya memeriksa HIV/AIDS.

Hasilnya, setelah masyarakat sadar dan memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit, jumlah penderita HIV/AIDS yang terdeteksi sangat tinggi. “Selama ini penderita HIV/AIDS sebenarnya jumlahnya banyak, hanya saja tidak terdata. Jadi kami menilai AIDS di Bukittinggi itu ibaratnya fenomena gunung es yang sudah mulai mencair,” ujar Gumi, di sela-sela acara persiapan pembukaan Pernas AIDS IV Yogyakarta, Sabtu (1/10).

Beberapa penyebab tingginya populasi AIDS di Bukittinggi, disebabkan oleh beberapa faktor. Yakni, Insulin Drug User (IDU), 83,47 persen, Heteroseksual, 13 persen dan sisanya perinatal. ()

Sumber: http://www.ujungpandangekspres.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4864