http://www.radarjogja.co.id
">


Jupe Semarakkan Pernas AIDS
Tanggal: Monday, 03 October 2011
Topik: Narkoba


Radar Jogja, 03 Oktober 2011

GONDOMANAN - Pelaksanaan Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS IV memang baru akan dibuka hari ini (3/10) di Hotel Inna Garuda Jogjakarta. Meski demikian, sejak kemarin sudah semarak.

Salah satu yang menjadi daya tarik adalah hadirnya artis sensual Julia Perez (Jupe) dalam pameran forum komunita di halaman hotel, kemarin (2/10). Selain menghibur pengunjung pameran, Jupe juga melakukan kunjungan dan mengkampanyekan penggunaan kondom. Kehadiran Jupe sebagai bagian dari pelaksanaan Pernas AIDS IV yang kali ini diselenggarakan di Jogjakarta.

Pernas AIDS merupakan forum diskusi akbar yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali di Indonesia. ”Secara umum, Pernas AIDS IV akan melakukan review bersama atas situasi epidemi HIV dan AIDS di Indonesia dalam 5 tahun kebelakang dan langkah untuk lima tahun kedepan,” ujar Sekretaris KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) Dr Nafsiah Mboi SpA, MPH, kemarin (2/10) di Hotel Garuda.

Ditegaskan, penanggulangan dan pencegahan HIV dan AIDS yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia, memerlukan program dan tindakan serius pula. Sejak terbitnya Perpres 75/2006 tentang Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) masih diperlukan langkah strategis dalam pelaksanaannya.

Nafsiah Mboi menambahkan, secara khusus Pernas IV juga akan memberi perhatian kepada upaya penanggulangan HIV pada pengguna napza suntik (Penasun), mencegah penyebaran lewat tindakan seks dan edukasi kepada masyarakat. ”Masih banyak yang salah persepsi tentang HIV dan AIDS maupun penyebaranya, stigma buruk tersebut harus diubah,” jelas Nafsiah.

Menurut Nafsiah, Pernas kali ini juga akan meminta keseriusan dari setiap gubernur, bupati/walikota se Indonesia dalam penanggulang AIDS. ”Untuk itu akan ada pertemuan khusus dengan para gubernur dan bupati/walikota agar bisa mewujudkan anggaran bagi penanggulanagn HIV dan AIDS ini,” jelas Nafsiah Saat ini dana bantuan dari asing sudah dibawah 50 persen. Hal ini sudah berkembang dari sebelumnya yang banyak dibiayai oleh asing. Untuk itu komitmen Pemda diperlukan, termasuk juga menyikapi pengidap HIV maupun AIDS. Pemahaman masyarakat umum tentang penyebab dan penyebaran HIV dan AIDS yang masih banyak kekeliruan juga merupakan tantangan untuk mengedukasi masyarakat. ”Seperti kondom yang masih tabu diperbincangkan, padahal kondom adalah sesuatu yang sangat medis,”terang Nafsiah. (c10)

Sumber: http://www.radarjogja.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4865