http://www.surabayapost.co.id
">


AS Teliti Penyakit Infeksi di Surabaya
Tanggal: Tuesday, 04 October 2011
Topik: Narkoba


Surabaya Post, 03 Oktober 2011

SURABAYA - Klinik Patologi RSU dr Soetomo bakal menjadi salah satu tempat penelitian penyakit infeksi sekaligus menular, seperti HIV/AIDS dan TB (Tuberkulosis). Ini setelah mencatat jumlah penderitanya di Indonesia terus membengkak setiap tahun. Nantinya, penelitian ini akan dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan yang bekerjasama dengan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID’s), National of Health (NIH) Amerika Serikat.

Dirut RSU dr Soetomo Surabaya, dr Dodo Anondo MPH mengatakan, penelitian tersebut bertopik The Etiology of Febrile Diseases Requiring Hospitalization in Indonesia (Etiologi Penyakit Demam yang Membutuhkan Rawat Inap). “Penelitian ini dilakukan untuk menekan jumlah penyakit infeksi yang juga penyakit menular seperti HIV/AIDS dan TB yang setiap tahun jumlahnya terus bertambah di Indonesia. Sehingga bisa berkurang jumlah penderitanya,” kata Dodo, Minggu (3/10)

Sebab, menurut dia, di wilayah Jatim saja jumlah pasien HIV/ AIDS tahun 2010 bertambah sekitar 2.000 pasien dari tahun 2009 yang hanya 7.019 pasien. Sementara penderita TB di tahun 2010 juga ditemukan sebanyak 235 kasus TB (tuberkulosis) per 100.000 penduduk di Indonesia, padahal di 2009 jumlahnya hanya 135 kasus per 100.000 penduduk Indonesia.

“Penyakit infeksi ini dapat disebabkan dan ditularkan baik oleh virus, bakteri, maupun mikroorganisme lain,” harap mantan Kepala Dinas Kesehatan Jatim ini. .

Dalam penelitian itu, kata Dodo, para peneliti asal AS itu tak hanya melakukan kerja sama dengan RSU dr Soetomo saja tapi juga membuat jejaring bersama 7 rumah sakit besar di Indonesia. Hal itu dilakukan untuk menggali data secara menyeluruh. Kedelapan RS tersebut adalah RS Penyakit Infeksi-Soelianti Saroso, RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta, RSUP Hasan Sadikin Bandung, RSUP dr Karyadi Semarang, RSUP Sanglah Bali,RSUP dr Wahidin Soedirohusodo Makassar, dan RSUP dr Sardjito Jogjakarta.

“Jejaring ini dilakukan untuk mendapatkan data yang lengkap dan akurat sehingga permasalahan yang terjadi bisa diketahui secara menyeluruh. Rencananya penelitian akan dimulai Desember 2011 diharapkan akan diikuti dengan implementasi, sehingga dalam beberapa tahun ke depanya jumlah penyakit infeksi bisa berkurang jumlahnya,” tegasnya. mla

Sumber: http://www.surabayapost.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4868