http://www.analisadaily.com
">


GKR Hemas: Putuskan Penularan Baru HIV
Tanggal: Tuesday, 04 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 03 Oktober 2011

Yogyakarta: Wakil Ketua DPD Gusti Kanjeng Ratu Hemas menegaskan, untuk mempercepat pencapaian program millennium development goals (MDGs), penanggulangan HIV dan AIDS harus lebih digencarkan lagi. Program ini tidak saja melibatkan pemerintah tapi semua golongan masyarakat ikut bertanggungjawab. "Untuk mencapai target MDGs, maka kita harus menghentikan penularan baru HIV," tegas GKR Hemas saat membuka Forum Komunitas di Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS IV 2011 di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Minggu (2/10) siang.

Sebenarnya, sebut Ratu Hemas, masalah penanggulangan HIV dan AIDS sangat penting. Soalnya, temuan kasus dari tahun terus meningkat. Saat ini saja, data Kemenkes Juni 2011, kasus AIDS sudah 26.400. Sedangkan orang dengan HIV dan AIDS (Odha) mencapai 21.775 orang.

Dari sisi kualitas pelayanan, sebutnya, Indonesia sudah jauh lebih baik disbanding tahun-tahun sebelumnya. Sebagai contoh, penularan di tingkat pengguna narkoba suntik (penasun) dulunya mencapai 54 persen, kini sudah 16,3 persen. Selain itu, tingkat kematian akibat AIDS di tahun 2006 mencapai 46 persen, sekarang tinggal 26 persen.

Dia melihat, pentingnya peran masyarakat khususnya Forum Komunitas untuk penanggulangan HIV dan AIDS. Soalnya, informasi soal HIV dan AIDS masih belum menyebar luas di tengah masyarkat. "Banyak masyarakat di berbagai pelosok daerah belum memahami soal HIV dan AIDS. Termasuk, tenaga kerja yang karena ketidaktahuannya akhirnya pulang membawa oleh-oleh yang sangat berbahaya bagi keluarganya (HIV-red)," ucapnya.

Bahkan di Papua sendiri, katanya, temuan kasus HIV dan AIDS terus meningkat. Malah ada satu daerah yang temuan kasusnya sangat banyak. Di Papua hamper satu kelompok masyarakat akan hilang. Satu desa banyak ditemukan kasusnya," sebut GKR Hemas.

Untuk mendukung penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia, ucapnya, pemerintah harus memberikan porsi anggaran yang sepadan. "Kita berharap anggota DPR bisa memberikan porsi anggaran sesuai dengan program penanggulangan HIV dan AIDS yang diajukan KPA Nasional," jelas GKR Hemas.

Sekretaris KPAN Dr Nafsiah Mboi menambahkan, dari beberapa kali Pernas, baru tahun ini berhasil membentuk Forum Komunitas yakni, Forum Komunitas Remaja, FK Perempuan, FK Buruh Migran, Forum Komunitas Odha, FK Pecandu dan Mantan Pecandu, FK Pekerja Seks dan Forum Komunitas Gay, Waria dan Lelaku sudah lelaki (GWL).

Pembukaan Forum Komunitas dibuka yang ditandai dengan pemukulan gong dan diisi dengan tarian persembahan dari utusan GWL. (nai)

Sumber: http://www.analisadaily.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4869