http://www.pontianakpost.com
">


Agung: Daerah Mesti Siapkan Anggaran
Tanggal: Tuesday, 04 October 2011
Topik: Narkoba


Pontianak Post, 03 Oktober 2011

YOGYAKARTA - Tari Rengkuh yang diperani mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta mengawali pembukaan Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS 2011 yang diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai komunitas di Indonesia. Pernas yang resmi dimulai pada Senin (3/10) itu dibuka oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono. Hadir juga Menteri Kesehatan Endang Setyaningsih, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubowono X.Saat membuka Pernas AIDS, Agung memberikan apresiasi kepada daerah, provinsi dan kabupaten/kota, yang sangat berkomitmen dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. “Kami apresiasi daerah yang sungguh-sungguh melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Sesungguhnya bisa saja nol kasus, dengan syarat mampu mengubah perilaku seks beresiko. Itu perlu kerja sama semua pihak, pemerintah dan masyarakat sipil,” kata Agung, kemarin.

Laporan Kementerian Kesehatan menyebutkan, hingga Juni 2011 secara komulatif pengidap AIDS yang dilaporkan mencapai 26.483 kasus dari 33 provinsi dan 300 kabupaten/kota. Ada sepuluh daerah yang jumlah pengidap AIDS tertinggi, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Papua, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Utara. Di Kalbar, hingga Juni 2011 jumlah pengidap HIV yang dilaporkan mencapai 3.151 kasus dan AIDS mencapai 1.539 kasus. Sedangkan jumlah pengidap yang meninggal sejak ditemukan pertama kali pada 1993 sebanyak 369 orang. Agung meminta daerah mengalokasikan anggaran yang memadai untuk pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Sehingga bisa mempercepat pencapaian tujuan keenam MDG’s. “Kami sangat berterima kasih kepada kepala daerah yang berkomitmen dalam mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS. Dengan begitu ada hasil positif,” ungkapnya.

Namun, Agung mengakui, komitmen itu belum cukup untuk memotong laju epidemi yangg cepat bergerak. Kebijakan yang konsisten sangat penting. Perlu dukungan pemerintah, dunia usaha juga masyarakat sipil. Tantangan yg ada bukan semata-mata beban pemerintah, tapi tugas semua komponen anak bangsa. Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih mengatakan, pemerintah berupaya agar obat antiretroviral bisa dipenuhi melalui anggaran nasional pada 2012. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran melalui pusat promosi kesehatan. Ia menambahkan, hingga kini pengetahuan masyarakat terhadap persoalan HIV/AIDS masih belum komprehensif. Pada tataran usia di atas 15 tahun, sesuai penelitian tahun 2010, hanya 11,4 persen yang paham dari target 65 persen. Hal ini menunjukkan pengetahuan masyarakat masih perlu ditingkatkan.

Bukan itu saja, penggunaan kondom di kalangan beresiko juga masih rendah. Menurut Menkes, penggunaan kondom yang cukup baik itu ada di kalangan perempuan. Dari target 25 persen, pencapainnya sekitar 32 persen. Namun, kata Endang, “dari kalangan lelaki belum optimal. Dari 20 persen target, hanya 16 persen saja lelaki yang mau menggunakan kondom.” Bupati Sambas Juliarti Djuhadi yang hadir dalam Pernas AIDS 2011 mengakui sudah melakukan banyak hal terkait pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di daerahnya. “Hasilnya memang belum optimal. Belum kena urat geli-nya,” kata Juliarti. Saat ini, pihaknya sudah menyurat seluruh instansi agar dalam setiap pertemuan menyelipkan materi kampanye berperilaku hidup sehat. “Kami juga sudah memasukan materi HIV/AIDS dalam kurikulum sekolah. Ini sudah kami lakukan sejak 2009,” katanya. Sementara itu, di luar gedung pelaksanaan Pernas AIDS 2011, sejumlah aktivis HIV/AIDS dari berbagai kelompok melakukan aksi damai. Mereka memprotes pemerintah melalui aparaturnya yang tidak melindungi pekerja seks dan perempuan. Pendemo ingin bertemu langsung Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih dan Menko Kesra Agung Laksono. Namun hingga menjelang tengah hari, massa yang didominasi kaum perempuan itu tidak jua bertemu kedua orang tersebut. (mnk)

Sumber: http://www.pontianakpost.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4875