Dianggarkan Rp 15,1 M, DKI Gratiskan Pengobatan HIV-AIDS
Tanggal: Tuesday, 04 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Suara Karya, 04 Oktober 2011

JAKARTA: Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terhadap penderita HIV-AIDS di Ibu Kota. Para penderita penyakit mematikan itu dapat berobat gratis ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSUD) Duren Sawit, Jakarta Timur. DKI menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang menggratiskan pengobatan penderita HIV-AIDS.

Sekretaris Jenderal Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta Rohana Manggala mengatakan, digratiskannya biaya pengobatan itu dimaksudkan untuk menekan angka penyebaran kasus HIV-AIDS, sekaligus meringankan beban penderita.

Kebijakan itu berkat dukungan dana dari Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) lewat Global Fund yang pada 2010-2011 telah memberikan bantuan sebesar Rp 3,6 miliar. Sedangkan untuk 2011-2012, dana yang disediakan sebesar Rp 2,1 miliar. "Selain mendapatkan dana bantuan dari KPAN, kami juga mendapatkan alokasi dana dari APBD DKI 2011 sebesar Rp 15,1 miliar," katanya.

Sementara itu, terkait dengan biaya terapi dan pengobatan bagi penderita HIV-AIDS, hal itu telah digratiskan. Karena itu, bagi para penderita yang merasa dimintai uang saat berobat, bisa melaporkannya pada Dinas Kesehatan atau Komisi Penanggulangan AIDS Povinsi (KPAP) DKI. Kalau laporan kepada dua instansi itu tak ditanggapi, pasien bisa melaporkan kepada Komisi E (Bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD DKI.

Ketua Komisi E DPRD DKI Firmansyah saat meninjau pelaksanaan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Duren Sawit, Jaktim, kemarin, menjelaskan, meski biaya pengobatan dan terapi penyakit HIV-AIDS telah digratiskan, namun pada praktiknya di lapangan masih kerap ditemui pelanggaran oleh sejumlah oknum. Mereka meminta biaya pengobatan dan terapi kepada pasien.

Hal ini tentu cukup memprihatinkan karena penderita HIV-AIDS yang sudah menderita karena sakitnya itu masih harus mengeluarkan biaya pengobatan. "Untuk itu, Komisi E DPRD DKI bersama Dinas Kesehatan dan KPAP bertekad meningkatkan pengawasan," kata Firmansyah.

Untuk penanggulangan HIV-AIDS di Ibu Kota, Pemprov DKI telah mengeluarkan Perda No 5 Tahun 2008 tentang Penanggulangan HIV AIDS serta Pencegahannya. Pembebasan biaya pengobatan bagi penderita juga telah dimasukkan dalam perda tersebut. "Komisi E wajib mengawasi sejauh mana pelaksanaan perda itu dijalankan di masyarakat," ujarnya.

Pihak Rumah Sakit Duren Sawit yang selama ini menjadi salah satu lokasi pengobatan dan terapi bagi penderita HIV-AIDS menyimpulkan, pelayanan kepada penderita harus terus ditingkatkan. Meski sejauh ini sudah cukup baik, namun penyempurnaan yang meliputi pelayanan pendaftaran pasien, pembuatan sistem administrasi untuk pasien, lalu ruangan untuk proses identifikasi dan pengobatan harus terus ditingkatkan. "Jangan mudah puas dengan pencapaian yang diperoleh. Perbaikan harus terus dilakukan," kata Firmansyah yang didampingi Direktur Rumah Sakit Duren Sawit Joni Ismoyo kemarin. (Yon Parjiyono)

Sumber: http://www.suarakarya-online.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4883