http://sindikasi.inilah.com
">


Penderita AIDS di Kupang Usia Produktif
Tanggal: Wednesday, 05 October 2011
Topik: Narkoba


INILAH.COM, 04 Oktober 2011

Kupang - Pelaksana Harian (PLH) Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kupang, Viktor Yeremias Tiran, menyebutkan, penderita HIV/AIDS Kabupaten Kupang berusia produktif. Mereka berusia antara 26 hingga 30 tahun.

Berdasarkan data yang ada pada KPAD Kabupaten Kupang diketahui kalau penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kupang saat ini berjumlah 38 orang.

Menurut Viktor yang juga Wakil Bupati Kupang ini, data tersebut diperoleh dari beberapa sumber yaitu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, RSUD Kabupaten Kupang, Rumah Sakit (RS) Wirasakti Kupang dan RSUD W.Z. Yohanes Kupang.

“Data ini merupakan hasil koordinasi yang dilakukan sejak tahun 2006-2011. Dari ke-38 orang ini, 66 persen laki-laki dan 34 persen wanita. Semuanya masih dalam usia subur 26-30 tahun,” katanya.

Lanjutnya, berdasarkan data yang ada, jumlah penderita tertinggi berada di Kecamatan Amarasi sebanyak delapan orang. Lima orang pengidap HIV sedangkan tiga orang lainnya AIDS.

“Dua pengidap AIDS sudah meninggal,” ujarnya.

Setelah Kecamatan Amarasi, penderita terbanyak kedua adalah Kecamatan Fatuleu lima orang, Kupang Barat tiga orang, Kupang Timur empat orang, Semau dua orang, Kupang Tengah dua orang, Amabi Oefeto Timur empat orang dan Takari lima orang.

Dia juga mengatakan, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, penyebab adanya HIV/AIDS ini karena adanya tenaga kerja indonesia (TKI) yang kembali ke kampung halamannya masing-masing yang tidak dikontrol secara baik sehingga membaur dengan masyarakat sekitar. Dampaknya adalah orang lain terjangkit virus ini. Karena itu, program KPAD Kabupaten Kupang kedepan selain melakukan sosialisasi dengan menyebarkan brosur, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. Tujuannya, memperketat keluar masuknya TKI ke wilayah Kabupaten Kupang.

“Sebelum dan sesudah pulang, para TKI harus dikontrol secara baik supaya bisa meminimalisir kasus ini,” pungkasnya.

Ditambahkan, KPAD Kabupaten Kupang mulai mengantisipasi kasus ini dengan berbagai keterbatasan yang ada termasuk dengan membuka klinik dan ruang konsultasi di RSUD Naibonat. Karena KPAD Kabupaten Kupang secara nasional jadi Kabupaten percontohan di NTT. [gus]

Sumber: http://sindikasi.inilah.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4890