ATP Mandai Lakukan Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS
Tanggal: Wednesday, 05 October 2011
Topik: HIV/AIDS


FAJAR, 05 Oktober 2011

MAROS -- Untuk mencegah penularan dan meningkatkan kesadaran akan bahaya Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), Akademi Teknik Penerbangan Mandai melakukan sosialisasi dan penyuluhan HIV/AIDS dan Narkotika bagi Taruna dan Taruninya yang dilaksanakan di aula kampus utama, Selasa 4 Oktober kemarin.

Hadir dalam penyuluhan tersebut direktur ATPN Ir. Heri Sudarmaji DEA, DR. dr. ATIK Uleng yang mewakili Dinas Kesehatan dan Muljadi Prajitno mewakili KpA Provinsi Sulsel yang sekaligus menjadi pembicara dalam sosialisasi ini. Setidaknya seribuan peserta terlihat sangat antusias mendengarkan materi yang dibawakan. Selain itu, ada pula simulasi bagaimana fenomena gunung es penularan HIV/AIDS di kalangan remaja.

Heri Sudarmaji mengatakan, bahwa ancaman HIV/AIDS dan Narkotika bagi taruna dan taruninya perlu mendapat perhatian serius. Ini mengingat hasil dari ribuan pendaftar calon taruna di akademi rata rata tidak lulus karena persoalan kesehatan. Meskipun dalam hal ini bukan hanya persoalan HIV. "Namun virus bisa sewaktu dapat menular ke taruna bila tidak segera di antisipasi lebih dini," kata dia.

Disamping program penyuluhan ini, dia juga berharap terwujudnya komitmen kementerian perhubungan dan jajarannya mendukung pemerintah Indonesia mengakselerasi pencapaian MDGs tahun 2015 mendatang, khususnya dijajaran perhubungan udara. "Oleh karena itu program penyuluhan ini akan dilakukan setiap tahunnya di akademi ini," harapnya.

DR. dr. ATIK Uleng mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah penderita HIV/AIDS terus bertambah. Tidak ada satu provinsi pun di Indonesia yang bebas AIDS dan jumlahnya akan terus bertambah jika tidak dicegah. Karena itu bahaya AIDS terus dikampanyekan. "Virus ini ditularkan melalui hubungan seksual dan jarum suntik pengguna narkoba," kata dia.

Sementara itu Muljadi Prajitno mengatakan, virus ini akan memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan. Satu hal yang harus dilakukan adalah dengan cara mencegah.

"Cara mencegah masuknya virus ini secara umum di antaranya dengan membiasakan hidup sehat, yaitu mengkonsumsi makanan sehat, berolah raga, dan yang pasti melakukan pergaulan yang sehat," terangnya. (yat)

Sumber: http://www.fajar.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4892