Digelar Penyuluhan Bahaya AIDS untuk Guru SMA di Dumai
Tanggal: Thursday, 06 October 2011
Topik: Narkoba


Riau Terkini, 05 Okyober 2011

Para guru memiliki peran penting dalam mencegah menularan HIV/AIDS. Untuk itu digelar penyuluhan untuk pendidik tingkat SMA sederajat di Dumai.

Riauterkini - DUMAI - Untuk mengantisipasi penularan HIV/AIDS serta meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Dumai, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Dumai bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Dumai, Rabu (5/10) menggelar sosialisasi bahaya virus HIV/AIDS kepada sejumlah jajaran guru tingkat SMU/SMK sekota Dumai yang dilaksanakan di Gedung Akper Sri Bunga Tanjung.

Sosialisasi bahaya HIV/AIDS dibuka oleh Wakil Walikota Dumai, H. Agus Widayat, dan acara ini tidak terlepas dari upaya KPA Kota Dumai dalam melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dikota Dumai termasuk guru yang dapat menjelaskan langsung kepada anak didiknya tentang bahaya HIV/AIDS.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 75 Guru, yang terdiri dari guru Agama, Biologi, Bimbingan Konseneling, dan Guru Kewarganegaraan, setiap sekolah SMU/SMK mengirim utusannya sebanyak empat orang, sedangkan untuk nara sumber, Dinas Kesehatan menghadirkan nara sumber dari LSM Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Riau, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, dan Dari Dinas Kesehatan kota Dumai sendiri.

Wakil Walikota Dumai, H. Agus Widayat, yang juga sebagai Ketua Komisi penangulangan HIV/AIDS Kota Dumai, dalam sambutannya mengatakan HIV/AIDS sudah menjadi epidemi yang mengancam kesehatan dan kehidupan generasi bangsa yang secara langsung membahayakan perkembangan sosial serta keamanan bangsa. “Untuk itu perlu dilakukannya sosialisasitentang bahayanya HIV/AIDS ini, dan sosialisasi ini ditujukan agar dapat menekan angka penderita dan penyebar HIV/AIDS khususnya dikota Dumai,”Kata Agus.

Dan dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, kita berharap para Guru peserta sosialisasi dapat menyampaikan ilmu dan pengetahuan yang didapat dari acara sosialisasi ini kepada anak didiknya disekolah masing-masing. “Mari kita mulai mencegah penularan HIV/AIDS sedini mungkin, agar kota Dumai terhindar Dari penyakit yang mematikan ini,” pinta Wawako

Wawako juga meminta kepada guru agar dapat mensosialisasikan bahaya HIV kepada semua Murid disekolahnya masing-masing, agar anak didik paham bahaya virus HIV/AIDS dan akan menghindari segala bentuk perbuatan apapun yang dapat menularkan virus itu.

Dihadapan peserta sosialisasi, Wawako juga menjelaskan bahwa HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, sedangkan AIDS yakni Acquired Immuno Deficiency Syndrome. HIV dan AIDS ini memang ada hubungannya. Jadi AIDS ini merupakan kumpulan berbagai gejala penyakit akibat dari turunnya kekebalan tubuh seseorang akibat virus HIV.

“Oleh sebab itu, kita perlu mewaspadai HIV/AIDS ini karena apabila virus HIV berjangkit pada seseorang maka setelah beberapa tahun jumlah virus bertambah banyak sehingga kekebalan tubuh tidak lagi mampu melawan penyakit yang masuk dan mengakibatkan kematian,”jelas Wawako Dumai.

Selain itu, Virus HIV biasa ada dalam cairan tubuh yakni pada darah, sperma, cairan kemaluan wanita dan air susu ibu terutama pada orang yang telah terinveksi virus HIV. Virus HIV dapat menular melalui hubungan seks lewat vagina, dubur atau mulut dengan orang yang mengidap HIV terutama hubungan seks yang tidak menggunakan kondom.

Selain itu dapat juga menular dari alat suntik yang bekas dipakai orang mengidap HIV selanjutnya dapat juga dari tranfusi darah dari orang yang mengandung HIV.***(wan)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4899