http://www.ujungpandangekspres.com
">


Mahasiswa Sulsel Terdeteksi HIV/AIDS di Yogyakarta
Tanggal: Thursday, 06 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Ujungpandang Ekspres, 06 Oktober 2011

Hal itu diungkap Direktur LSM Victory Plus, Samuel Rachmat Subekti, Rabu (5/10) kemarin. Menurut dia, hingga Juni 2011 jumlah pasien yang teridentifikasi positif HIV/AIDS atau Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) mencapai 664 orang.

Penderita HIV/AIDS tersebut datang dari berbagai kalangan, seperti, anak-anak (0 tahun), pelajar (SMP-SMA), mahasiswa, karyawan, hingga orang tua. Dari kalangan mahasiswa, Samuel mengakui, dari 664 orang penderita HIV/AIDS yang didampingi lembaganya, beberapa di antaranya adalah mahasiswa asal Sulsel. Namun, Samuel enggan membeberkan ada berapa mahasiswa Sulsel yang positif HIV/AIDS. “Yang kami dampingi keba-nyakan usia produktif, seperti mahasiswa. Mahasiswanya ada dari Sulsel, Papua, dan daerah lainnya. Namun di antaranya ada juga yang masih SMP,” ujar Samuel, Rabu (5/10), di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta.

Namun demikian lanjut Samuel, pihaknya intens melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan ODHA dan orang-orang terdekat ODHA (Ohidha). Serta mendorong keterlibatan ODHA dan Ohidha dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Menurutnya, meningkatkan taraf hidup ODHA, dapat tercapai melalui motivasi yang diberikan secara terus menerus. Motivasi tersebut untuk menciptakan kepercayaan diri dan semangat hidup tetap ada, dan sosialisasi agar virus HIV/AIDS cukup berakhir pada dirinya sendiri atau tidak ditularkan lagi ke orang lain. Senada dengan Samuel, pendamping ODHA LSM Victorya Plus, Yudhi Bramanto, mengakui, selama menjadi pendamping ODHA, ia sudah mendampingi beberapa orang dari Sulsel dalam mendapatkan layanan kesehatan di Yogyakarta.

Saat disinggung tentang jumlahnya, Yudhi enggan membeberkannya. “Hal itu tidak bisa kami sampaikan, karena itu rahasia kami. Yang jelas ada,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS) Sulsel, Rachmat Rahim, menghimbau kepada pelajar atau mahasiswa asal Sulsel yang melanjutkan pendidikan di Yogyakarta untuk senantiasa menghindari perilaku berisiko. Seperti penggunaan narkoba jarum suntik (IDU), heteroseksual, Lelaki Seks Lainnya (LSL).

“Akses untuk seks bebas, narkoba, sangat mudah diakses di Yogyakarta. Karena itu kami menghimbau kepada pelajar dan mahasiswa yang di Jogya, agar belajar dengan baik, sesuai tujuan awalnya,” ujarnya.

Kepada orang tua mahasiswa, lanjut Maman, panggilan akrab dia, orang tua yang anaknya kuliah di Yogyakarta agar tetap melakukan kontrol yang baik. “Setiap satu tahun seharusnya orang tua ke Jogya untuk melihat langsung kehidupan keseharian anaknya. Selain itu, kontrol keuangan harus tetap ketat,” pungkasnya. ()

Sumber: http://www.ujungpandangekspres.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4908