http://suaramerdeka.com
">


SOCA Belum Sepakati Perlindungan Pekerja Migran
Tanggal: Monday, 10 October 2011
Topik: Narkoba


CyberNews, 08 Oktober 2011

Semarang
: Masalah perlindungan pekerja migran (migrant worker) yang muncul dalam sidang Komite Pejabat Senior untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN atau Senior Officials Committee for the ASCC (SOCA), Sabtu (8/10), masih belum ada titik temu.

Pasalnya antara negara pengirim (Indonesia, Filipina, Thailand, Myanmar) dengan negara penerima (Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam) masih ada perdebatan terutama soal pekerja yang tidak dilengkapi dokumen.

Sedangkan beberapa isu lainnya, mengenai HIV/AIDS, perlindungan bagi penyandang cacat, pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), pendidikan, penanganan bencana alam, kerja sama antara ASEAN dengan China, pemanasan global (global warming) ada kesepakatan bersama. Setidaknya sampai 2015 dalam rangka ASEAN Comunity, masalah tersebut sudah ada tindak lanjutnya.

Hari ini, sidang SOCA dibuka oleh Staf Ahli Bidang Keragaman Budaya dan Pariwisata Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Hari Untoro Drajat. Ketua SOCA Prof Dr Indriyono Susilo memimpin jalannya sidang.

Diungkapkan Ketua Delegasi Indonesia untuk ASCC/SOCA Nina Sardjunani, soal pekerja migran Indonesia mendorong perlu ada kesepakatan untuk perlindungan pekerja migran.

Sesuai hasil KTT ke 12 ASEAN di Cebu, Filipina, pada 2007 telah mengesahkan deklarasi ASEAN untuk memberikan perlindungan dan pemajuan terhadap hak para pekerja migran kawasan. "Masalah itu harus ada kesepakatan untuk menjadikan cetak biru komunitas sosial budaya ASEAN. Tapi bagi negara penerima terutama Malaysia, Singapura dan Brunei belum sepakat khususnya soal pekerja yang tidak dilengkapi dokumen," kata dia.

Namun demikian, hasil yang dibahas dalam sidang SOCA akan dilaporkan kepada sidang ASCC, Senin (10/10), untuk ditindaklanjuti dalam KTT ASEAN di Bali, November 2011 nanti.

Harapan Indonesia dan negara pengirim pekerja migran lainnya, setidaknya sebelum tercapainya ASEAN Comunity 2015, masalah tersebut sudah selesai. "Sesuai hasil pertemuan di Manila pada September 2011, pembahasan pekerja migran diselesaikan tiga tahap sebelum 2015. Tahap pertama untuk pekerja migran tetap (regular) diselesaikan sampai batas akhir 2012, tahap dua untuk pekerja tidak tetap (irregular) batas waktunya 2013. Terkahir sampai batas akhir 2014 sudah ada status hukum ASEAN soal itu," kata Nina.

Sementara delegasi Thailand Somprasong Khomapat berharap dalam pertemuan ini ada kesepakatan untuk penguatan regional. "Setidaknya pembahasan ini bisa terus berkelanjutan untuk menguatkan posisi ASEAN," kata dia.

Delegasi Filipina Alicia Bala menyatakan, hasil SOCA akan segera diimplementasikan berupa sebuah kebijakan. Masalah utamanya adalah soal penanganan HIV/AIDS dan pemanasang global.

( Dicky Priyanto , Hartatik / CN32 / JBSM )

Sumber: http://suaramerdeka.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4916