http://www.analisadaily.com
">


Tokoh Agama Harus Lebih Berperan Aktif Hambat Laju Penyebaran HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 10 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 09 Oktober 2011

Medan: Laju penyebaran HIV dan AIDS sangat cepat, termasuk di Kota Medan. HIV mewabah tidak saja pada kalangan penjaja seks, pengguna narkoba, jarum suntik dan dan gay tetapi juga terhadap remaja, perempuan serta anak bayi sekalipun. Kondisi ini tentunya perlu penanganan yang terintegrasi dari segenap elemen masyarakat, baik pemerintah, swasta, LSM maupun para tokoh agama. "Seiring meluasnya penyebaran meningkatnya angka penderita HIV dan AIDS di Kota Medan, berbagai masalah timbul. Keberadaan penderita HIV dan AIDS tidak dapat diterima dengan mudah dalam masyarakat. Kerap kali didapati perlakuan diskriminasi, termasuk terhadap keluarga mereka," kata Wakil Walikota Medan, Dzulmi Eldin, ketika membuka secara resmi acara Lokakarya Tokoh Agama tentang Penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Medan di Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja Medan, Selaasa (4/10).

Diharapkan tokoh masyarakat dapat memberikan penyegaran dan menambah wawasan bagi semua, khususnya para pemuka agama untuk berperan lebih aktif dalam penanggulangan penyakit mematikan itu di Kota Medan.

Dijelaskannya, kondisi itu terjadi akibat ketidaktahuan masyarakaty tentang penyakit HIV dan AIDS. Penderitanya dianggap mendapatkan virus itu karena perbuatannya secara moral tidak benar, sehingga muncul stigma sebagai pembuat dosa karena hukuman dari Tuhan serta dapat menularkan penyakit yang dideritanya itu kepada orang lain melalui berjabat tangan atau bergantian tempat duduk.

"Untuk itu perlu memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat. Untuk itu peran pemuka agama dalam kedudukannya sebagai pemimpin informal di tengah masyarakat sangat penting dan strategis, khususnya memperkokoh sendi-sendi etika, moral serta spiritual kehidupan berbangsa dan bernegara," harapnya.

Atas dasar itulah Eldin sangat menyambut baik digelarnya lokakarya ini. Kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, Eldin memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian terhadap usaha penanggulan HIV dan AIDS, termasuk dalam menjaga ketentraman dan kerukunan umat di Kota Medan.

Kemudian, Eldin mengajak semua untuk bersama-sama secara terpadu dan berkesinambungan menggalakkan program pencegahan dan penanggulan HIV dan AIDS di tengah masyarakat. Itu bisa dilakukan dengan peningkatan perilaku pola hidup sehat dan religius, ketahanan keluarga, pemberian edukasi sedini mungkin kepada kelompok-kelompok yang ada di tengah masyarakat, pencegahan penularan, perawatan, dukungan, pengobatan, serta menghormati harkat dan martabat penderita HIV/AIDS beserta keluarganya.

"Dengan kesatuan gerak langkah yang lebih intensif, menyeluruh, terpadu dan terkoordinasi, kita dan keluarga serta seluruh masyarakat dapat terhindar dari penyakit HIV dan AIDS. Di samping itu dapat melahirkan generasi yang sehat dan kuat untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik dan berkualitas," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Drs H Ahmad Raja Nasution MSP selaku ketua panitia pelaksana lokakarya dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan kegiatan ini digelar dalam rangka untuk menciptakan dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penanggulangan HIV dan AIDS, mengingat pentingnya peran tokoh masyarakat/agam dalam upaya penanggulangan penyakit mematikan itu di Kota Medan.

Ditambahkannya, kegiatan ini dihadiri 50 peserta yang terdiri dari 44 peserta utusan dari kecamatan dan 6 orang perwakilan dari FKUB. Sebagai narasumber, pihaknya menghadirkan Kadis Kesehatan Kota Medan, dr H jamaluddin MHA, Lukman Hakin Sag dari Kementrian Agama Kota Medan, Asron Gultom SKM (KPA Propsu) dan Jefri Sebayang (PKBI). (maf)

Sumber: http://www.analisadaily.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4922