http://www.balipost.co.id
">


Tutup Kafe Plus
Tanggal: Monday, 10 October 2011
Topik: Narkoba


Bali Post, 10 Oktober 2011

KAFE esek-esek yang menjadi tempat minum miras dan pelayanan plus selama ini dikenal sangat rawan kriminal perkelahian dan penyebaran penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS. Karena itu, Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, S.H. menegaskan, Minggu (9/10) kemarin di Kubu, Karangasem, sudah menjadi harga mati, kafe plus tak bakal dibiarkan ada yang dibuka alias ditutup. Wabup yang juga Ketua Umum Badan Penanggulangan AIDS Daerah itu mengatakan, komitmen Bupati karangasem I Wayan Geredeg juga sama, tak bakal mengizinkan kafe esek-esek ada di Karangasem. Karena itu, Wabup minta pihak desa pakraman di Karangasem selalu berkoordinasi dengan camat, jika ada indikasi kafe esek-esek agar dilaporkan kepada camat. Wabup asal Banjar Juntal, Kubu itu menegaskan, Karangasem mengembangkan pariwisata spiritual yang didukung wisata alam, seni dan kebudayaan.

Karena itu, pariwisata spiritual yang lebih ramah lingkungan baik secara sekala dan niskala, hendaknya dikembangkan terus. Dia minta nantinya, tak ada oknum yang melindungi atau sengaja menyembunyikan kalau ada indikasi kafe yang menjadi tempat terselubung memberi pelayanan esek-esek. ''Penyebaran penyakit menular seksual terutama HIV/AIDS sudah sangat mengkhawatirkan, hendaknya fenomena itu menjadi perhatian serius masyarakat luas. Mari kita kembangkan pariwisata spiritual yes, pariwisata sex No!'' tandasnya. (bud)

Sumber: http://www.balipost.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4926