http://www.cenderawasihpos.com
">


Generasi Muda Papua Harus Dekat kepada Tuhan
Tanggal: Monday, 10 October 2011
Topik: Narkoba


Cenderawasih Pos, 10 Oktober 2011

JAYAPURA – Kegiatan Papua Next Generation satu acara musikal perfomance yang dilaksanakan oleh pemuda Kristen di Papua di Gedung Olahraga (GOR) Cenderawasih Jayapura, Sabtu (8/10) berlangsung meriah. Acara yang digelar untuk memperingati hari sumpah pemuda 2011, sekaligus sebagai kegiatan dari pemuda agar terhindar dari kegiatan negatif ini difasilitasi oleh Gereja Kristus di Indonesia bekerja sama dengan Flexi.

Para penonton yang memadati GOR benar-benar merasa terhibur dengan berbagai atraksi yang ditampilkan dalam acara tersebut, baik video maupun fragmen dan puji-pujian, tarian, konser musik, bahkan sejumlah penyanyi lokal asal Kota Jayapura sebut saja Dilon, Hera,dan Brenda juga ikut meramaikan konser rohani malam itu. Termasuk pemain Persipura Richardo Salampessy pun hadir memberikan kesaksikannya.

Apalagi ketika Frengky Sihombing menampilkan beberapa lagu rohaninya, membuat suasana benar-benar berhikmat dan penonton merasa terhibur dengan nyanyian rohani tersebut.

Menariknya lagi, panitia mendesain kondisi di dalam GOR benar-benar terlihat dalam susana alam dan budaya Papua, sebab sebuah rumah adat asal daerah Pegunungan Tengah yaitu Honay melatarbelakangi tempat pertunjukan itu.

Ditambah lagi dengan kolaburasi paduan suara dari SMA YPPK Teruna Bhakti Waena dengan musik bioalanya membuat suasana benar-benar hidup.

Dalam pesan yang dibawakan saat fragmen yang dibawakan oleh pemuda Papua dikisahkan bahwa awalnya seorang anak kecil Papua yang tumbuh di bawah asuhan orang tua Kristen, namun setelah tubuh dewasa menjadi seorang pemuda, akhirnya terpengaruh dengan tradisi dan lingkungan di sekitarnya, membuat hingga dirinya terjerumus dalam pengaruh negatif, misalnya kenakalan remaja, mabuk, barantem, narkoba, akibat dari itu banyak pemuda Kristen asal Papua yang terjerumus, namun karena perlindunan dari Tuhan, akhirnya pemuda tersebut berbalik dan bertaubat kembali ke jalan yang benar dan lebih dekat dengan Tuhan. Ketika itu pemuda tersebut mengabdikan hidupnya kembali kepada Tuhan. Ketua Panitia Brian Dimalouw kepada Cenderawasih Pos menjelaskan bahwa pihaknya merasa prihatin dengan kondisi yang sementara terjadi di Papua, terutama bagi generasi pemuda Papua ke depan 10 atau 20 tahun seperti apa, padahal Pemuda Papua memiliki bakat dan talenta yang baik. Jika dimanfaatkan atau dididik dengan baik, maka pemuda Papua akan sukses baik di dunia, maupun sebagai pemuda Kristen.

“Kami merasa anak-anak Papua itu punya prestasi, tapi kenyataan yang kami dapat bahwa anak Papua ada yang terjerumus dalam pengaruh negatif, sehingga melalui kegiatan ini kami ingin mengajak agar pemuda Papua harus lebih dekat dengan Tuhan,” ajaknya.

“Saat ini jumlah pengidap HIV/AIDS di Papua sudah mencapai 7000, ini hal yang sangat ironis. Bayangkan pemuda Papua ke depan seperti apa nanti? Oleh sebab itu melalui Papua Next Generation ini kita ingin mengajak pemuda Papua untuk melihat masa depannya yang lebih cemerlang di dalam kasih Yesus Kristus,” sambungnya.

Sementara itu Richardo Salampessy, defender Persipura saat memberikan kesaksikan mengakui, dirinya dan teman-temannya selama bermain dengan Persipura selalu mengabdikan dan mengandalkan Tuhan, baik ketika menang dan kalah, dalam suasana apapun mereka selalu mengendalkan Yesus Kristus, dan Tuhan selalu membuka jalan, dan memberikan kekuatan bagi mereka.

“Ketika kita dalam kondisi sulit, Tuhan selalu membuka jalan, bahkan ketika kami sedang sedih, Yesus selalu menghibur kami, sehingga saya mengajak semua teman-teman Pemuda Kristen, marilah kita mengabdikan diri kepada Tuhan, selain dari Dia tidak ada kekuatan yang lain,”katanya. Sementara itu Frengky Sihombin sendiri kemarin, membawakan sekitar 10 lagu, seperti janjinya seperti fajar, bagai raja wali, bahkan dirinya bersama anaknya juga membawa beberapa lagu, membuat hingga penonton benar-benar terhibur.

“Selama 20 tahun saya mengabdikan diri, hanya satu yang dituntut oleh Tuhan, Dia ingin agar kita dekat atau menjaga keintiman dengannya,”tambahnya. Bahkan dalam kesempatan tersebut, dirinya mengajak semua pemuda Kristen di Papua, agar bisa merubah dunia, baik dari keluarganya maupun lingkungannya, hingga ke tempat yang lebih luas, sebab dalam kondisi saat ini Papua menjadi urutan pertama jumlah pengidap HIV/AIDS, harus menjadi perhatian semua pemuda di Papua.(cak/fud)

Sumber: http://www.cenderawasihpos.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4927