Pertemuan Nasional AIDS IV Remaja pun Ikut Andil
Tanggal: Tuesday, 11 October 2011
Topik: Narkoba


Fajar Online, 11 Oktober 2011

YOGYAKARTA -- Penyebaran virus HIV/AIDS di Indonesia bisa terbilang cukup besar. Tingginya angka prevelensi penyebaran virus ini mencatatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penderita HIV/AIDS terbesar di dunia. Dan khusus Sulawesi Selatan menempati urutan ke-8 provinsi dengan penderita HIV/AIDS tertinggi.

Untuk itu, 3-6 Oktober 2011 diadakan Pertemuan Nasional AIDS IV yang berlangsung di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Acara ini diikuti 1.500 orang yang memiliki kepedulian besar terhadap HIV/AIDS. Acara ini juga mempertemukan para populasi kunci dari penyebaran HIV tersebut. Seperti, para komunitas pekerja seks, forum komunitas waria, komunitas LGBT, komunitas ODHA, komunitas perempuan, komunitas penasun, dan komunitas remaja. Dan untuk kali ini crew KeKeR yang berkesempatan meliput acara tersebut lebih menyoroti tentang komunitas remaja dan peran mereka dalam memberantas virus mematikan ini.

Sebanyak 29 remaja seluruh Indonesia ikut andil dalam acara ini. Mereka berasal dari daerah berbeda dan dari latar belakang berbeda pula. Dan Sulawesi Selatan mengutus 10 orang remaja yang tergabung dalam sembilan mahasiswa dan saya sendiri mewakili pelajar SMA. Kami kemudian mengikuti serangkaian acara dalam Pertemuan Nasional AIDS yang sudah ke-4 kalinya dilaksanakan. Dan tentunya pengetahuan dan pengalaman dari para delegasi terus bertambah.

Ayu adriayani misalnya mengaku mendapatkan banyak pengalaman menarik selama mengikuti PERNAS AIDS IV ini. "Yang paling menarik menurut saya yaitu saya bisa berkenalan dengan orang-orang, komunitas yang merupakan populasi kunci dari penyebaran HIV/AIDS," tutur mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin ini.

Ia juga menambahkan bahwa sangat tertarik pada pengalaman yang diceritakan oleh Penasun (pengguna narkoba suntik). "Mereka berbagai cerita tentang apa yang mereka telah lakukan dan dapatkan hingga mereka sadar bahwa narkoba telah merusak 3 hal dari kehidupan mereka, pertama kesehatan, kedua masa depan dan ketiga lingkungan mereka," tutur gadis yang akrab disapa Ayu ini.

Tanggapan yang serupa juga dilontarkan oleh Ainum Jhariah Hidayah, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas. Ia mengaku mendapatkan pelajaran menarik dari acara ini. "Saya bisa berbaur dengan mereka yang merupakan orang dengan risiko tinggi terpapar HIV dan ini mengubah sedikit pemahaman saya yang ternyata sangat dangkal dan awam terhadap mereka," ungkapnya.

Ainum pada acara ini juga melakukan presentasi. Ia juga menambahkan langkah-langkah yang akan ia lakukan kedepannya seperti memperjelas persepsinya mengenai ODHA dan Ainum berniat untuk mengajarkan sex education kepada remaja-remaja di Makassar.

Kalau Ayu dan Ainum adalah salah satu peserta yang berasal dari kelompok mahasiswa, beda halnya dengan saya yang menjadi satu-satunya pelajar SMA yang mengikuti Pertemuan Nasional AIDS IV ini. Saya tentu sangat bangga bisa mengikuti acara ini.

Di usia saya yang masih muda, acara ini memberikan banyak pengetahuan mengenai HIV/AIDS dan saya juga baru tahu banyak sekali penyebab-penyebab dari virus ini yang saya tidak ketahui seperti banyaknya populasi-populasi kunci yang sangat berisiko terkena HIV/AIDS. Seperti juga yang lain, sebagai generasi muda saya pun berjanji akan memberikan penyuluhan-penyuluhan di sekolahnya tentang HIV/AIDS. (REYSA)

Sumber: http://www.fajar.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4935