http://www.surabayapost.co.id
">


Tekan HIV/AIDS, Lima Puskemas Dioptimalkan
Tanggal: Thursday, 13 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Surabaya Post, 13 Oktober 2011

GRESIK - Jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Gresik memang tidak sebesar di Surabaya dan Malang. Namun, angka penyebaran HIV/AIDS di Kotaa Pudak ini patut mendapat perhatian serius. Sebab, dari 18 kecamatan, hanya dua kecamatan yang relative aman.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik, dr. Sugeng Widodo di dua kecamatan itu hingga kini memang belum ditemukan penduduk yang terjangkit HIV/AIDS. Kedua kecamatan itu adalah Kecamatan Bawean dan Kecamatan Dukun. ‘‘Kalau16 kecamatan lainnya harus mendapatkan pemantauan serius,’’ jelasnya, Kamis (13/10).

Berdasarkan data di Dinkes Gresik, jumlah penderita HIV/AIDS untuk Kecamatan Gresik selama Oktober 2011 ini saja sudah mencapai 35 penderita. Sejak tahun 2008, penderita HIV/AIDS di Kecamatan Gresik itu hingga kini mencapai sekitar 200 penderita.

“Model penularan yang paling tinggi tentu saja seks bebas. Pasangan yang sering berganti-ganti pasangan dan melakukan seks, paling rentan tertular HIV/AIDS. Dari jumlah 200 penderita itu, ada yang sudah masuk ke panti rehabilitasi, ada juga yang masih berkeliaran di luaran, “ ujar dr. Sugeng.

Kadinkes juga mengakui bahwa penularan HIV/AIDS ini ibarat fenomena gunung es, artinya masih banyak orang atau penduduk di Gresik ini yang sebenarnya sudah terjangkit namun masih belum terdata.

Yang masuk dalam data base Dinkes atau puskesmas-puskesmas yang ditunjuk sebagai tempat konseling bagi penderita tersebut adalah jumlah penderita bagi mereka yang sudah memberanikan diri untuk melapor, atau petugas dilapangan berhasil menemukannya melalui kegiatan tes.

Meski belum diketahui angka pasti peningkatan penderita HIV/AIDS tiap bulannya, namun menurut dr. Sugeng dalam satu tahunnya dipastikan ada peningkatan jumlah penderita. Dan dari sana akan diklasifikasinya lagi, mana penderita yang positf HIV, dan berapa jumlah orang yang menderita HIV/AIDS.

“Jika mengacu pada data Dinkes Kabupaten Gresik tahun 2010, maka jumlah penduduk di Gresik yang menderita HIV/AIDS mencapai 165 penderita, dengan rincian 125 penderita dinyatakan positif HIV, sedangkan 40 orang sudah terjangkit HIV/AIDS dan 40 orang lainnya meninggal dunia. Jumlah itu, diperkirakan penderita HIV/AIDS tahun ini mencapai 35 orang, “ tandas dr. Sugeng Widodo.

Sebagai tindakan pencegahan dan menekan peningkatan jumlah penduduk yang tertular HIV/AIDS di Kabupaten Gresik, lanjut dr. Sugeng, Dinkes Kabupaten Gresik mempunyai kiat yakni mengadakan klinik Valuntary Counseling Test (VCT) dipuskesmas Alun-alun dan rumah sakit Ibnu Shina milik pemerintah setempat.

dr. Sugeng juga menambahkan, hingga saat ini sudah ada lima puskesmas di Kabupaten Gresik ini yang sudah memiliki alat VCT. Lima puskesmas itu puskesmas Kota, puskesmas Duduksampeyan, puskesmas Driyorejo, dan puskesmas Bungah serta Rumah Sakit Semen Gresik.

"Meski kita sudah berusaha dengan berbagai cara untuk menekan penularan virus HIV/AIDS di Kabupaten Gresik ini, tetapi jika kebanyakan dari para penderita ini malu untuk berobat karena khawatir diketahui identitasnya diketahui orang lain bahwa ia terjangkit HIV/AIDS, “ ungkap dr. Sugeng. m34

Sumber: http://www.surabayapost.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4953