http://www.kabarindonesia.com
">


UNIFIL Berikan Penyuluhan HIV/AIDS Kepada Kontingen Garuda
Tanggal: Monday, 17 October 2011
Topik: HIV/AIDS


KabarIndonesia, 14 Oktober 2011

Lebanon, (13/10) Maraknya kasus penularan HIV/AIDS yang hampir terjadi di seluruh belahan dunia kahir-akhir ini mengundang kepedulian dari berbagai kalangan dan hal ini membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak untuk melakukan pencegahan diantaranya melakukan pengarahan memberikan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan bahayanya.

Melihat fenomena ini, dalam rangka meningkatkan kesadaran bagi personel peacekeeper yang tergabung dalam misi UNIFIL tantang bahaya penyakit HIV/AIDS khususnya bagi Satuan Tugas Indonesia Force Protection Company, Perwira Kesehatan Satgas Indo FPC Lettu Kes dr. Masroer bekerjasama dengan Unit HIV/AIDS UNIFIL menyelenggarakan ceramah kesehatan tentang HIV/AIDS yang dilaksanakan di Ruang Dining Hall, Kamis (13/10/2011).

Penyuluhan kesehatan tentang HIV/AIDS ini diikuti oleh sekitar 80 prajurit khususnya yang sedang tidak mengikuti dinas dalam aktif yang terdiri dari 6 Perwira, 24 Bintara dan lainnya adalah Tamtama.

Menurut Annet Letitia Kyazike selaku pembicara, tugas peacekeepers pada dasarnya memiliki tingkat kerawanan untuk terjangkit penyakit ini. Hal tersebut bisa disebabkan karena penugasan yang jauh dari keluarga apalagi rata-rata usia mereka merupakan usia produktif dan memiliki kerawanan untuk terjadinya transaksi seksual. “Kita yang sedang berada disini harus menyadari betul akan hal ini”, tandas Annet dalam bahasa inggris yang telah diterjemahkan oleh Interpreter satgas,Serma Toto Ari Basuki.

Lebihlanjut Annet yang sehari-hari menjabat sebagai HIV/AIDS Training Officer di Markas UNIFIL menjelaskan bahwa terdapat 4 media penularan HIV yang terdapat di dalam tubuh manusia yakni darah, cairan vagina, sperma dan ASI (Air Susu Ibu).

Guna menghindari penularan penyakit tersebut perlu dihindari beberapa hal seperti melakukan hubungan seks pra nikah, berganti-ganti pasangan, tanpa menggunkan kondom dalam melakukan hubungan seks dengan pelaku yang secara positif terinfeksi HIV/AIDS, dan penggunaan jarum suntik yang tidak terjamin kesterilannya.

Dipenghujung acara Anet juga meyediakan sesi tanya jawab dan direspon oleh para prajurit untuk lebih dalam mengetahui tentang inti materi dan meraka pun terlihat puas setelah mendapatkan penjelasan lebih detil.*

Sumber: http://www.kabarindonesia.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4960