http://sindikasi.inilah.com
">


30 Penderita HIV/AIDS Rutin ke VCT di Pelalawan
Tanggal: Tuesday, 18 October 2011
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 18 Oktober 2011

Pangkalan Kerinci - Hingga September tahun ini tercatat 30 penderita HIV/Aids di Kabupaten Pelalawan rutin mendatangi klinik Volenteri Counseling and Testing RSUD Selasih Pelalawan.

Sikap reaktif pasien terinfeksi virus mematikan itu merupakan kesadaraan penderita setelah upaya sosialisasi dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan.

"Data yang kita punya, saat ini sudah ada klien kita yang mengikuti VCT di RSUD. Data itu terus menunjukan kemajuan setiap bulannya," kata Manager Klinik VCT RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan, dr Baringin Siahaan, Senin (17/10) melalui telepon selulernya.

Menurut Baringin, jumlah penderita dapat terdeteksi dari sistem mobile atau turun ke lapangan, selain itu dapat juga dilakukan dengan sistem Sukarela, yaitu pasien datang sendiri ke klinik VCT dan dengan cara rujukan.

Rujukan biasanya, apabila dokter mencurigai pasien dalam keadaan sakit yang tidak sembuh setelah berobat dalam waktu lama, kemudian dokter merujuk ke Klinik VCT untuk cek darah.

Berdasarkan rekapitulasi klien VCT RSUD Selasih 2011, bulan Januari terdeteksi reaktif atau positif penderita HIV/Aids sebanyak 8 pasien. Bulan Maret 5 pasien reaktif, April terdeteksi 3 pasien, sedangkan Mei dan Juni masing-masing bertambah satu penderita.

"Di bulan Juli pasien bertambah 6 orang reaktif dan Agustus bertambah 2 pasien, terakhir di bulan September jadi 4 pasien reaktif. Sehingga total pasien yang reaktif terinfeksi menjadi 30 orang. Dari jumlah itu, semua pasien kita terdeteksi dengan cara mobile, sukarela dan rujukan," jelasnya.

Namun, penanggulangan penyebaran virus HIV/Aids di Pelalawan masih terkendala dana yang terbatas. Karena itu, diharapkan Pemkab Pelalawan dapat memberikan bantuan untuk kegiatan sosialisasi, mobile dan terjun ke lokalisasi.

Menyikapi minimnya biaya penanggulangan HIV/Aids di Kabupaten Pelalawan, Asisten II Setdakab Pelalawan, H Darwis Alkadam mengatakan, Komisi Penanggulangan HIV/Aids sudah dialokasikan dana untuk sosialisasi. Namun, tahun ini anggaran untuk itu tidak masuk dalam APBD dan baru bisa dianggarkan tahun 2012 yang baru akan diusulkan.

"Penaggulangan penyakit menular juga ada pengajuan anggarannya di Dinas Kessehatan, namun jika dananya lebih besar Pemkab akan mengajukan anggaran tersebut, diharapkan nantinya dana itu bisa diperoleh dengan sistem hibah," jelasnya. [mor]

Sumber: http://sindikasi.inilah.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4974