http://www.cenderawasihpos.com
">


Revisi Perda HIV-AIDS Mulai Dibahas
Tanggal: Tuesday, 18 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Cenderawasih Pos, 18 Oktober 2011

JAYAPURA - Rencana Pemkot Jayapura untuk merevisi Peraturan Daerah (Perda) Kota Jayapura Tahun 2007 tentang penanggulangan HIV-AIDS seperti yang pernah diwacanakan Wali Kota Jayapura, Drs Benhur Tommy Mano, MM, September lalu, mulai ditindaklanjuti. Terkait hal itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Jayapura melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder dan lembaga terkait yang peduli dengan HIV-AIDS di Kantor KPA Kota Jayapura, Senin (17/10).

Dari pantauan Cenderawasih Pos, rapat tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, perempuan, masyarakat, ODHA dan sejumlah utusan lainnya. “Tadi kami memang baru saja menggelar pertemuan dengan stakeholder terkait untuk membicarakan revisi Perda ini,” ungkap Wakil Walikota Jayapura DR H. Nuralam, M.Si kepada wartawan usai pertemuan.

Dikatakannya, rencana revisi itu mendapat dukungan penuh dari sejumlah stakeholder dan dianggap memang sudah saatnya untuk dilakukan revisi terhadap Perda penanggulangan HIV-AIDS. Karena sejumlah pihak menganggap Perda tersebut sudah tidak relevan dengan situasi dan kondisi objektif sekarang ini, apalagi angka kasus HIV-AIDS di Kota Jayapura sekarang ini telah menembus angka di atas 2000-an.

Sehingga kata Nuralam perlu ada aksi–aksi yang didukung oleh aturan–aturan hukum yang lebih kuat dan luas lagi untuk bisa lebih mengefektifkan setiap aksi dan upaya penanggulangan HIV-AIDS di Kota Jayapura. Sejauh ini kata dia upaya revisi Perda itu bahkan draft-nya sedang disusun dan sudah sampai pada tingkat eksektif selanjutnya jika sudah rampung secepatnya akan disampaikan kepada legislative untuk diproses lebih lanjut . “Tetapi tentunya akan kita matangkan bersama dulu sehingga nantinya tidak menuai kontra di kemudian hari,” katanya.

Salah satu yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut kata Nuralam dan akan diusulkan masuk di dalam draft Perda itu antara lain adalah soal sirkumsisi atau sunat yang oleh WHO diakui bisa menekan laju perkembangan HIV–AIDS. “Sirkumsisi ini juga sudah pernah kami bicarakan dengan KPA Provinsi dan masyarakat memang di rekomendasikan agar melakukan sirkumsisi,” ujarnya.

Selain itu, banyak hal lain yang juga akan diakomodir dalam Perda HIV-AIDS mendatang namun masih akan terus digodok untuk disesuaikan dengan perkembangan dan kondisi objektif sekarang ini dan kedepan.(ta/nat)

Sumber: http://www.cenderawasihpos.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4975