Nakal? Buang Jauh Deh!
Tanggal: Wednesday, 19 October 2011
Topik: Narkoba


Suara Merdeka.com, 18 Oktober 2011

Pasti kita menyadari, masa remaja seperti kita sekarang ini memang sedang masa transisi. Dibilang anak-anak bukan, dewasa juga belum. Terus apa dong? Yup, Remaja. Di masa seperti kita sekarang ini, rentan banget dengan yang namanya godaan dari lingkungan sekitar kita. Mulai dari pulang malam, sampai hang out ke tempat-tempat yang agak berbahaya. Cek yuk apa saja kenakalan yang kamu lakukan dan harus segera dihindari!!

1. Merokok

Ini nih bentuk rebel-nya remaja yang paling banyak dilakukan sejak dulu. Tahu nggak, Indonesia adalah Negara peringkat pertama dengan perokok remaja terbanyak di dunia! Bahkan menurut Survey Global Youth Tobacco tentang perokok usia sekolah 13-15 tahun, sebagian besar perokok muda Indonesia tertarik ikut merokok karena ajakan teman atau karena tergiur iklan rokok lho. Waduh, nggak banget! Menurut kak Seto, merokok merupakan cara untuk menunjukan kalau kamu itu anak yang gaul, dan keren. Padahal cukup banyak dari kita yang tahu bagaimana bahaya dari rokok. Sama seperti narkoba, rokok itu candu. Saat merokok, nikotin yang terkandung di dalamnya mengalir dalam darah menuju reseptor otak menghasilkan dopamine yang bikin kita relax, sayangnya nikotin cuma bisa bertahan paling lama 4 jam. Jauh-jauh ya sama yang namanya rokok.

2. Alkohol

Alkohol memang sudah jadi salah satu teman akrab bagi remaja nakal disamping rokok. Hal ini nggak akan pernah jadi pertanda kita menjadi seorang yang dewasa kok! Selain dapet label negatif, menurut penelitian dalam jurnal Pediatrics edisi 12 April 2010 lalu, khusus buat gadis remaja yang sering minum alkohol berisiko terkena penyakit payudara non-kanker di usia 20-an dan memiliki peluang lebih besar menderita kanker payudara. Hiiiiii…ngeri kan? Selain itu dampak alkohol juga dapat memicu tindak kriminal dan free sex pada remaja!Nggak banget!

3. Seks Bebas

Kita memaklumi kalau remaja selalu penasaran terhadap semua hal, termasuk semua hal berbau seksual. Minimnya pengetahuan serta budaya tabu yang diterapkan orang tua kita tentang hal ini, selalu menjadikan masalah ini susah dihindari. Masih lagi perkembangan teknologi yang memudahkan kita untuk mengakses situs pornografi, nggak heran kalau survey yang dilakukan Metro TV, 32% remaja sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah dan 20% remaja putri diantaranya sudah pernah melakukan aborsi, wawwww! Tindakan ini nggak sekedar dosa dan dilarang agama, namun bisa menyebabkan terjangkitnya penyakit kelamin, cancer services, kerusakan rahim akibat aborsi bahkan HIV/AIDS! Kebayang nggak sih bagaimana jadinya masa depan kita kalau tiba-tiba kita harus putus sekolah gara-gara hamil?! Duh, nggak mau kan hidupmu hancur cuma gara-gara ini? Makanya jauhi seks bebas mulai dari sekarang!

4. Narkoba

Awalnya memang cuma coba-coba, lama kelamaan jadi kecanduan juga. Setelah kecanduan semua hal bakal kita lakukan demi mendapatkan barang ini, sering berbohong, mencuri, dll. Narkoba mulai dari putauw, heroin, amphethamine, kokain dan masih banyak lagi merupakan bahan adiktif yang bisa menimbulkan halusinasi, hilangnya kesadaran, dan rasa sakit serta ketergantungan. Efek jangka panjangnya adalah kerusakan sistem syaraf, organ dalam tubuh, dan ganguan mental. Nggak ada bagusnya sama sekali deh kalau kamu sampai berani coba-coba. Yang ada kamu bakal rugi dan kehilangan masa depan cerah. So, big no buat narkoba! lebih baik minum es cendol!

5. Bullying

Masih ingat kan kasus IPDN yang bahkan menimbulkan korban tewas? Budaya feodal jaman penjajahan dulu ternyata masih sering kita lihat di sekitar kita, ajang ‘gencet’ junior kadang masih saja terselip pada masa MOS. Senioritas seperti membentak, menyuruh paksa, sampai mengancam bahkan hingga kekerasan fisik, semua itu menjurus pada bentuk premanisme. Budaya yang nggak berpendidikan ini harus kita buang jauh-jauh, supaya nggak ada korban lagi.

Yang Selanjutnya ringan sih, tapi tetap jangan lho!!

6.Nyontek

Ngaku deh, kamu pasti pernah nyontek kan? Mau nyontek teman atau bikin contekan sendiri alias ‘ngepek’ tetap nggak baik! Rebelisme yang satu ini sudah jadi budaya semua anak sekolah, tapi buat apa membodohi diri sendiri dengan menyontek, percuma dong kita disekolahkan orang tua biar jadi pintar? Sekarang mungkin kamu nggak merasakan akibatnya, tapi beberapa tahun kemudian kamu baru bisa merasakan kalau mencontek itu rugi. Karena ujian berguna untuk mengukur kemampuanmu. Kamu nggak akan pernah tahu kemampuanmu kalau kamu mencontek sepanjang hidupmu.

Jadi, sudah paham kan bahayanya kenakalan remaja masa kini? Nggak perlu merasa nggak cool kalau nggak nakal, tapi pada akhirnya kamu sendiri yang bakal merasakan kerugian di masa depan.

Sumber: http://remaja.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4980