http://www.berita8.com
">


Penderita Penyakit HIV/AIDS di Jakut Meningkat
Tanggal: Thursday, 20 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Berita8.com, 19 Oktober 2011

Data yang tercatat di Kantor Penanggulangan AIDS (KPA), Jakarta Utara, sedikitnya 357 orang yang terkena penyakit mematikan. Dengan ini, penderita penyakit HIV/AIDS di wilayah tersebut, mengalami peningkatan.

Menurut Kepala Sekretariat KPA Jakarta Utara, Atma Sanjaya, di Jakarta, Rabu (19/10/2011) jumlah penderita HIV/AIDS di Jakut pada periode 2007-2010 sebanyak 357 orang.

Data tersebut berdasarkan data Dinkes DKI Jakarta. Meningkatnya penderita AIDS/HIV, lantaran letak geografis Jakarta Utara sebagai gerbang masuk Kota Jakarta serta terdapat pelabuhan.

Selain itu juga adanya, kesadaran masyarakat yang memeriksakan diri untuk mengetahui ke klinik.

"Pada usia dini, orang biasanya sudah memiliki penghasilan sendiri dan mulai mengenal dunia luar. Bila tidak hati-hati, yang bersangkutan akan mudah terjerumus," ujar Atma.

Dalam tiga tahun terakhir ini, dijelaskan Atma, penyebab terbanyak kasus HIV/AIDS di Jakarta Utara yaitu hubungan seks bebas yang jumlahnya mencapai 181 kasus dari 357 kasus yang ditemukan.

Peringkat kedua disebabkan penggunaan narkoba melalui jarum suntik yang jumlahnya mencapai 160 kasus.

Berikutnya, faktor perinatal, atau bayi terjangkit HIV/AIDS karena kedua orangtuanya telah tertular penyakit mematikan tersebut, yang mencapai enam kasus, lalu homoseksual enam kasus, transfusi darah tiga kasus, dan biseksual satu kasus.

Atma menambahkan angka-angka itu hanyalah jumlah penderita yang memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit, sehingga jumlah penderita HIV/AIDS di Jakarta Utara belum diketahui dengan pasti.

Jakarta Utara memiliki lima klinik dan dua rumah sakit yakni RSUD Koja dan RSPI Sulianti Saroso yang menjadi tempat pemeriksaan HIV/AIDS.

"Bila dilihat berdasarkan jenis kelamin, laki-laki merupakan kelompok terbanyak yang menderita HIV/AIDS dalam tiga tahun itu, yaitu mencapai 261 orang. Sedangkan perempuan hanya sebanyak 96 orang," kata Atma.

Menurut Atma, banyak faktor yang menyebabkan angka penularan virus HIV/AIDS di Jakarta Utara relatif sulit dikendalikan. Terlebih lagi, dengan ditutupnya Lokalisasi Kramat Tunggak, membuat tempat hiburan malam menyebar ke beberapa titik wilayah di Jakarta Utara. Akibatnya, petugas kerap kesulitan untuk menyosialisasikan dan mengkampanyekan tentang bahaya HIV/AIDS.

"Perlu adanya kerja sama antar berbagai pihak guna menekan angka penyebaran kasus HIV/AIDS ini, baik pihak kesehatan, sosial, polisi, dan relawan guna menekan angka penyebaran virus ini," tandasnya.

Selain itu juga ditambahkan Atma, di wilayah Jakarta Utara ada delapan tempat lokalisasi yang berada di wilayah Jakarta Utara.

Lokasisasi tersebut diantaranya, Mencos, Pela-pela, Taman BMW, Kalijodo, Koljem Cilincing, Rawa Bebek, Jembatan Gantung dan Rawa Malang. Menjamurnya tempat lokalisasi, diakui Atma juga yang menyebabkan tingginya penyebaran AIDS/HIV.

"Lokalisasi Kolong Jembatan Cilincing, menjamur kafe yang kemungkinan terjadinya transaksi seks," tegasnya. (Aef/At)

Sumber: http://www.berita8.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4986