http://www.cenderawasihpos.com
">


Tinggi Kasus Kanker Leher Rahim di Papua
Tanggal: Thursday, 20 October 2011
Topik: Narkoba


Cenderawasih Pos, 19 Oktober 2011

JAYAPURA - Kendati kanker leher rahim bagi sebagian orang terbilang awam, tetapi penyakit ini sesungguhnya telah menjadi salah satu pembunuh utama kaum perempuan di tanah air bahkan di Papua. Setidaknya begitu pengamatan di sejumlah rumah sakit di Papua. Menurut dr Mirwan, Sp PPH, MARS, DFM dari RSUD Dok II Jayapura, pada tahun 2010 lalu di RSUD II Jayapura dari 10 pasien yang meninggal 5 diantaranya adalah perempuan yang menderita kanker leher rahim dan 1 orang kanker ovarium.

“Jadi dari 10 oang yang meninggal ada 6 orang yang meninggal karena kanker pada alat reproduksi,” ungkapnya menjawab Cenderawsih Pos usai pembukaan acara pelayanan pemasangan kontrasepsi KB, Medis Operasi wanita (MOW) dan Papsmear (deteksi dini kanker) yang dihelat oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Jayapura di Gedung Serba Guna (GSG) kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (18/10).

Bukan hanya itu, menurut dr Mirwan, dari hasil papsmear gratis yang pernah dilakukan tahun 2010 terhadap 500 perempuan di Kota Jayapura, sebanyak 44,6 persen terinfeksi peradangan kronik dan sebanyak 8,7 persen bersatus pra kanker. “Ini tentu adalah fakta yang sangat memprihatinkan,” ujarnya miris.

Sehingga kata dia, perempuan di Papua sekarang ini bukan hanya dihadapkan pada ancaman angka kematian ibu hamil dan melahirkan yang tinggi serta ancaman HIV-AIDS tetapi juga dihadapkan pada ancaman kanker leher rahim. Secara nasional kata dia, setiap 1 jam seorang perempuan di Indonesia meninggal dunia karena kanker leher rahim.

“Ironisnya 90 persen kanker leher rahim muncul tanpa disertai gejala sehingga 70 persen yang datang ke dokter sudah berada pada stadium lanjut. Sehingga penting dilakan papsmear secara dini,” imbuhnya. Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan agar kaum perempuan di Papua menyadari ancaman ini. Dan dia menyarankan agar kaum perempuan rutin melakukan deteksi dini kanker (papsmear) untuk menghindari ancaman yang lebih serius.

Sementara itu, Wali Kota Jayapura, Drs. Benhur Tommy Mano, MM dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Wali Kota Jayapura DR H Nuralam, M.Si ketika membuka acara tersebut mengatakan, kaum perempuan diwajibkan melakukan Papsmear, karena leher rahim memiliki resiko tinggi terkena kanker serviks.. “Karena itu bagi saya kegiatan ini sangat penting dan harus dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Test papsmear sangat penting untuk mendeteksi perubahan pad sel leher rahim dai yang tadinya normal lalu menjaid ganas. “Karena itu saya wajib mengingatkan kita semua betapa pentingnya mengikuti pelayanan kesehatan,” katanya.(ta/nat)

Sumber: http://www.cenderawasihpos.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4994